RAONO (Cerbung bag.10)

Rindu Sekolah

Hari ini aku sungguh merasa bosan di rumah. Aku kangen jumpa kalian. Berlari-larian, nyanyi-nyanyi, dan makan bersama. Indahnya pertemanan kita. Namun sayang, sejak ada si Coronavirus kita istirahat untuk melakukan semua itu. Kapan ya berakhir? Aku jadi ingin menangis.

Anak laki-laki boleh nangis tak ya? Soalnya bunda tuh kalau aku nangis pasti bilang, “Masa anak laki-laki nangis. Anak laki-laki itu wajib tegar, anticengeng”. Jadinya tiap aku mau nangis, memoriku sudah duluan ngasih pengumuman agar aku jadi orang yang pantang mewek.

Kalau kalian suka nangis tidak ya? Bundaku itu aneh, masa anak laki-laki tidak boleh nangis, waktu lahir anak laki-laki dan perempuan bukan kah menangis. Itu normal dan wajar bukan?

Aku mau protes ke bunda tapi takut kwalat. Aku nurut saja apa kata bunda. Bisa repot jika tergolong anak durhaka. Ampun, aku ingin baik-baik saja. Aku selalu menjaga perasaan bunda supaya selalu dapat kata-kata positif. Kata itu akan jadi doa untuk keselamatan.

Hallo teman, aku ingin masuk surga. Caranya cukup berbakti kepada ibu. Mengikuti perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Tahu kan kalian juga, bahwa surga ada di bawah telapak kaki ibu.

Ayo periksa bawah telapak kaki ibu masing-masing. Aku berani bersumpah, kalian tidak akan menemukan surga. Yang ada, ibu kita merasa geli.
Itu gambaran kita, aku khususnya yang sering memaknai kata seperti yang terucap, seperti yang tertulis. Akibatnya jadi aneh dan bingung sendiri. Nah di situasi seperti ini perlunya kita bersekolah, bertemu bapak dan ibu guru yang baik dan sabar.


Dari bapak dan ibu guru lah kita memperoleh penjelasan tentang banyak hal. Termasuk penjelasan surga di bawah telapak kaki ibu secara jelas dan rinci. Guru kita menjelaskan bahwa ibu sumber energi positif dalam setiap langkah kita. Kata-katanya bisa menjadi doa yang mustajab, doa yang dikabulkan oleh Allah SWT. Oleh sebab itu mari menjaga perasaannya. Jangan sampai
tersakiti. Bertutur kata dengan lembut. Bantulah pekerjaan yang mampu dilakukan. Jangan tunda waktu. Mulai sekarang juga.

So pasti supaya mendapat berkah. Apalagi di bulan Ramadhan, setiap kebaikan yang dikerjakan akan dapat pahala yang berlipat. Kuncinya sungguh mudah, cukup dengan ikhlas dan sepenuh hati.

Ngomongin tentang Ramadhan, wah sebentar lagi kita umat muslim sedunia akan memasuki hari raya Iedul Fitri. Sayang seribu sayang di tahun ini sungguh berbeda. Tahun lebaran ekslusif. Waduh akan ada shalat Iedul Fitri bersama, berjamaah tidak ya? Yo mari kita tunggu hari H-nya. Sekarang cukup laksanakan ibadah sebaik mungkin, semampu kita. Selamat berpuasa. (Bersambung)

https://nubarnulisbareng.com/raono-cernak-bag-10-oleh-ida-saidah/