RAMUAN HERBAL

Di masa pandemi ini, sangat terasa betapa mahalnya kesehatan itu. Semua yang dibilang baik untuk kesehatan, langsung diserbu oleh orang-orang yang panik. Kadang ada uang pun, tak bisa menjadi jaminan kita akan mudah mendapatkan obat atau vitamin yang kita butuhkan.

Di apotik, semua vitamin habis. Tak ada stok yang tersisa. Benar-benar berlaku hukum, siapa cepat dia dapat. Terbersit rasa iba, pada orang yang benar-benar membutuhkan tapi tak bisa mendapatkannya di apotik ataupun toko obat.

Oleh karenanya, ada baiknya beralih ke herbal. Rempah warisan nenek moyang yang tersedia, begitu banyaknya di hadapan kita. Bahkan kita bisa menanamnya sendiri jika mempunyai sedikit lahan kosong.

Penelitian pun sudah membuktikan jika kunyit, jahe, kencur, sereh, dan lain sebagainya memiliki khasiat yang luar biasa bagi tubuh. Begitu pula dengan dedaunan dan sayuran. Daun sirih, daun kelor, pare, tomat, dan masih banyak lagi.

Semua sudah disediakan oleh Sang Maha Pencipta. Tinggal kita pandai memilah mana yang kita butuhkan. Aturan dan cara pakainya pun sudah banyak ahli yang membagikan resepnya.

Namun, alih-alih ingin sehat malah kita meracik sendiri semua bahan. Rebusan ini dan rebusan itu, bukan sehat yang didapat tapi malah penyakit baru. Umumnya reaksi yang timbul adalah alergi karena terlalu banyak mengkonsumsi suatu jenis bahan tertentu.

Bijaklah dalam menyikapi ramuan herbal. Sesuaikan semua bahan dalam takaran yang pas dan tepat. Agar tujuan utama sehat bisa kita capai.

Nubarnulisbareng/Ria Fauzie