RAMADHAN VS CORONA

Ramadhan vs Corona

Marhaban yaa Ramadhan.
Selamat datang Ramadhan, bulan yang mulia.

Dari 12 bulan dalam 1 tahun, ada 1 bulan yang sungguh dinanti-nanti kedatangannya. Ia menjadi salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT terhadap hambaNya. Ia datang membawa kesempatan ampunan seluas-luasnya dan kabar gembira berupa ampunan, pahala, dan janji surga.

Ramadhan tahun ini datang lagi. Semua hambaNya yang beriman mungkin sekarang sedang berharap dicukupkan usia sampai benar-benar bisa bertemu dengannya. Tangan-tangan mulai sering menengadah agar Sang Pemilik Bulan menghendaki pertemuan itu.

Namun, tahun ini penyambutannya dibarengi perasaan yang pilu. Bagaimana tidak? Corona memaksa hamba-Nya untuk berdiam diri saja di rumah.

Padahal…
Apalah arti Ramadhan tanpa silaturahmi salah satunya dalam kemasan acara buka puasa bersama.
Apalah arti Ramadhan tanpa shalat tarawih berjamaah.
Apalah nikmatnya Ramadhan tanpa itikaf di masjid favorit.
Apalah serunya Ramadhan tanpa ramai-ramai pemuda membangunkan sahur.

Apa sebenarnya rencana Allah?

Tak perlulah bertanya, tapi mari coba kita cari hikmahnya. Corona membuat kita bisa memiliki sudut pandang yang lain dalam menghadapi musibah. Begitu pula saat dihadapkan dengan bulan suci umat islam di tengah-tengah hiruk pikuk perang melawan Corona.

Ramadhan sejatinya berisi ibadah yang sifatnya sungguh sangat pribadi. Berpuasa, ibadah yang tak nampak oleh mata manusia. Ini salah satu keintiman antara hamba dan Tuhannya.

Mungkin Allah ingin hambaNya bisa kembali fokus beribadah hanya untuk memperoleh ridhoNya. Mungkin karena sudah terlalu sibuk dengan urusan duniawi sampai-sampai segala bentuk ibadah dilakukan seadanya hanya untuk menuntaskan kewajiban. Mungkin Allah rindu pada hambaNya yang sudah lupa caranya khusyuk dalam menjalankan ibadah harian.

Corona ditugaskan Allah mungkin karena ingin memberikan waktu lebih khusyuk untuk hambaNya berpuasa dan melaksanakan ibadah lainnya tanpa gangguan di lingkungan pekerjaan, sekolah, atau komunitas. Ada lebih banyak waktu yang bisa disempatkan untuk melengkapi amalan harian dengan ibadah sunnah yang mungkin akan sulit dilakukan jika ada di tempat-tempat tersebut.

Corona ditugaskan turun ke bumi Allah mungkin karena ingin mengembalikan momen Ramadhan bersama keluarga dengan lebih akrab. Bisa buka puasa bersama setiap hari di rumah sambil bercerita tentang hari ini dan menguntai mimpi untuk esok hari. Jika Corona tidak datang, mungkin jadwal acara buka puasa bersama teman, rekan kerja, keluarga besar, perkumpulan, dan lainnya sudah sangat padat hingga waktu bersama keluarga hanya sisipan saja.

Corona sibuk menjadi pengingat agar di bulan Ramadhan sedekah semakin ditingkatkan. Peluang berbagi dengan sesama semakin besar. Membantu mantan pekerja yang terkena PHK, para pedagang keliling, dan orang-orang di sekitar kita yang terdampak Corona daripada dihabiskan hanya untuk biaya buka puasa bersama dengan teman atau belanja-belanja persiapan hari raya yang bahkan belum tercium aroma opornya.

Corona membuat para laki-laki terkhusus yang sudah berkeluarga, para suami, para ayah dipaksa untuk mampu mengimami shalat. Mereka mendapat keringanan untuk tidak shalat di masjid, tapi digantikan dengan menjadi imam bagi keluarga masing-masing. Siapa tahu dengan begitu jadi menambah semangat untuk meningkatkan hafalan juz amma nya ya kan?

Corona memaksa para keluarga untuk betah dirumah. Itikaf di masjid digantikan dengan berdiam diri di rumah dengan tetap khusyuk beribadah. Semoga Allah menurunkan malam lailatul qadr ke setiap rumah yang penghuninya bersungguh-sungguh melaksanakan ibadahnya walaupun harus dijauhkan paksa dari masjid.

Dan untuk para pemuda, munkin Corona ingin kalian tetap di rumah. Sebentar saja bersikap tenang tanpa ramai-ramai bangunkan orang-orang untuk sahur. Kehadiran kalian nanti pasti akan dirindukan oleh mereka.

Selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Semoga dengan hadirnya Corona, ibadah kita bisa lebih khusyuk ya. Tetap semangat dan berdoa agar Corona lekas menyudahi tugasnya di bumi Allah.

Wassalam.

Sumber gambar: google.com