Ramadan Yang Tak Biasa

Ramadan Yang Tak Biasa

Ramadan sudah di depan mata, namun si Covid masih meraja dengan pongahnya. Jangan sedih wahai sahabat semua, mari kita lakukan kontemplasi diri saja. Kita sungguh lemah di hadapan kekuasaan Allah Yang Maha Kuasa. Berhadapan dengan makhluk yang sangat kecil saja kita tidak berdaya, lalu bagaimana kelak ketika dihadapkan dengan “daabah” (binatang besar yang akan keluar dari perut bumi sebagai tanda kiamat akan datang)?

Sudahkah kita menyiapkan segala sesuatu agar Ramadan tahun ini lebih spesial dibanding tahun-tahun sebelumnya? Ingat, hasil akhir itu sangat ditentukan dengan sejauh mana persiapan kita. Ramadan ibarat ring pertarungan, maka orang yang masuk ke dalamnya sudah dipastikan akan kalah di pertengahan bahkan di permulaan jika tanpa persiapan latihan sebelumnya.

Maka tidak heran ketika Ramadan selesai, selesai juga amalan yang dilakukan dalam satu bulan itu. Karena secara psikologi jiwa kita kaget dan tidak siap dengan rutinitas ibadah intensif yang bisa jadi dorongannya karena terbawa suasana saja bukan dorongan yang timbul dari diri sendiri.

Kita mungkin akan menghadapi Ramadan yang tidak biasa karena menghadapi wabah virus Corona sekarang ini, bahkan mungkin tidak bisa lagi menikmati tarawih berjemaah, tidak ada lagi acara buka bersama, takbir dan salat Idul Fitri di lapangan karena semua serasa terpenjara demi kemaslahatan bersama.

Sahabat, hakikat ibadah itu kita sedang menyambungkan diri dengan Sang Pencipta. Maka, apa pun kondisinya saat ini, tetaplah sambut kedatangan Ramadan dengan suka cita. Justru, kondisi ini mengajarkan kita bagaimana menemukan Allah dalam kesendirian dan kesunyian. Jika berhasil menemukanNya, kita termasuk golongan orang yang beruntung dan berhasil berada puncak keimanan yaitu ihsan (beribadah seolah-olah engkau melihat Allah atau merasa dilihat oleh Allah).

Mari sambut Ramadan dengan senyum dan semangat membara walaupun kita masih terkarantina!

rumahmediagrup/wina_elfayyadh