Puisi Wahyu Hidayat, Membaca Malam

Membaca Malam

bilamana batang hari
ada yang ganjil
malam tumbuh lelampu
tiada ribut angin
tiada batu berjatuhan di
punggung, apalagi
dada yang teramat berat
pun segalanya seperti
dijaring angin anteng
dan lupa pada zaman gendeng
maka di situ ada malam
yang lain

desau angin membikin
dada makin ingin
berkhalwat dengan kitab suci
di selingkar hari—
berikutnya, malaikat datang
membawa serantang sayang
yang tak bisa dijumlah

dan kita ini tak lagi
membaca sajak atau puisi
ini jauh lebih suci
dan membikin dosa kita
rontok, lantas jantung
sebening pagi.
kita pun jelma sunyi yang
menghidupkan sejumlah malam
tak cuma dengan lampu,
tapi berdiam diri
di seruang yang khusyuk

kita menambah lagi
cinta dan cium
menimba lagi kasih-Nya

04—05.2020

rumahmediagrup/awiyazayan