Puisi Wahyu Hidayat, Melihat Surga dan Neraka di Cermin

Melihat Surga dan Neraka di Cemin

aku becermin
ada surga dan neraka
yang saling seteru
seperti mengajari aku
tentang perpulangan
selepas hidup
yang cuma minum
di sungai

kita dibuat tergelincir
dan terbawa arus
ke mulut laut
barangkali ke mulut maut.
ikan-ikan bisa saja bercakap,
“sedia bekal sebelum
pendam, jangan lupa ngaji
sebelum pergi!”

aku masih becermin
ada surga, ada neraka
lalu aku cenderung
pada surga sebab bidadari
dan buah yang bukan kuldi itu
seperti berbisik,
“masuklah ke dalam aku
jangan seok dengan kenikmatan
yang melintas jalan!”

2020

rumahmediagrup/awiyazayan