Puisi Wahyu Hidayat

K i t a b

ingin dipeluk. dibuka-buka dan
dikecup selepas dieja
namun, aroma semesta lebih menggoda
cinta dicelup ke asin laut dan
yang sampai hanya perih di luka sendiri

mulut-mulut semisal keluasan bisu
mata juga pejam. menikmati
dengkuran pagi atau siang yang bolong
kitab rebah di atas meja
ingin dibelai, lalu kata-kata melambai
angin, menguar ke dengar

tubuhku besi berani, tapi selalu bertolak
dengan kitab suci di atas meja itu
sepertinya hati adalah
rona hitam di dinding putih

pikir mendung melebatkan hujan di
sempit kepala. ah, beri aku putih awan
di pikirku. biar rumahku gaduh
ihwal muratal sampai lidahku keriting
tak letih mengeja
menafsir luas kasih-Nya

kitab-kitab ingin dicium, para pengeja
makin beringsut ke makam
kitab-kitab jadi mahkota; kitab-kitab
jadi jalan menuju-Nya

para alim membelalaknya, lalu
mengucur materi mencintai kitab suci

memompa kedalaman hati biar
makin melembung dan
mentok hanya pada-Nya. –aku ingin
selamanya mengeja
menggodamu biar kita makin ketat

2019/2020

Rumahmediagrup/awiyazayan