Puisi Wahyu Hidayat

Lelaki yang Menggenggam Lampu
(Rasulullah membentangkan jalan untuk umat pagani)

lalu umat pagani
memuja perkara percuma
selebihnya adalah keliru

demi cinta, langkah jadi
amat rapuh
tangis rasul benar-benar jatuh

patung mengutuk nalar
api dan matahari dipuji-puji–
melakoni kisah amat tebing

—lelaki membawa terang
tetiba datang
dari kejauhan pandang

nantikan kota yang cengang;
umat pagani yang sakit
hati yang melarat.
lelaki itu bakal tandang
membentangkan lurus jalan

“sesekali kita mesti bayangkan
jalan kematian–
siapa cipta surga dan neraka?”

bayangkan sebentar
sebelum tidur
: guling seperti amalan
kasur serupa kubur yang
benar-benar lengang

lelaki yang membawa lampu
menyusur ke relung
orang-orang yang guncang

langit labil, awan gosong
kisah-kisah dipecah sejarah

biarkan jahiliah mati
ditikam ajaran nabi
biar jalan menembus lurus
biar surga membangunkan
tidur dari kubur

—lelaki itu bernama Ahmad
menggenggam
mahal syafaat: untuk kita

pun orang-orang pagani
serupa semut berbaris ke lurus
jalan-Nya
menuju ke pintu
dibangunkan istana baru

: taubat sebelum maut disulut

2019/2020

Rumahmediagrup/awiyazayan