Puisi Wahyu Hidayat

Desaku Kehilangan Anak-Anak
Bermain di Pekarangan Rumah

sebuah runtuh di jantung negeri
kisah-kisah tersibak
anak-anak kecil pergi jauh.
–ke androidnya ia berlarian–

halaman amat bisu
kupu-kupu tak lagi dikejar
dangau bukan lagi tempat bermain
pagi tumpah; malam pecah
senja dipuja-puja
malam sobek dada di jalanan
hari menggelinding
mengguling ke langkah sia

kini, negeri jadi pagi yang gelimpang
ruang diinjak-injak lengang
desaku makin sakit
sebab zaman kian gentayangan

—bencana melanda
anak-anak goncang jiwanya
moyang kita matanya banjir
menangiskan lumpur
rambutnya kebakaran
mulut diperintah saling fitnah—

segalanya sebab ada yang hilang
manusia kehilangan manusia

kudapati desa yang tak berisik lagi
tak ramai seperti mulut pasar

~silam benar-benar dipendam
dalam-dalam. aduhai, sedalam aduh~

sebuah desa yang sakit-sakitan
halaman tumbuh rumput
bahkan rimbun duri
yang melukai jantung anak negeri.

2019/2020

Rumahmediagrup/awiyazayan