Puasa Pertama Shofia

Puasa Pertama Shofia

Puasa pertama di bulan Ramadan alhamdulillah sudah terlaksana. Lega rasanya. Terutama Kak Shofia. Alhamdulillah sukses sampai Maghrib, walaupun penuh drama.

Drama? Iya. Menjerit-jerit, menangis dan menarik baju Ummi, minta makan. Awalnya dia anteng saja, sampai adeknya makan jambu biji. Mulai aksinya. Gabungan antara lapar dan ngantuk.

Setelah salat Dzuhur bersama Ummi, dia tertidur juga. Sebelum Ashar, bangun sendiri, langsung mandi dan salat. Bersyukur kondisinya stabil.

Usai salat, dia membuat jus jambu sendiri. Semua lancar, hingga waktu masakan sudah matang. Harumnya masakan mulai menggoda. Tiba-tiba dia mulai lagi menjerit dan menarik baju Ummi.

“Sekarang jam berapa?” Terus seperti itu.

“Aku mau makan ….”

“Aku ga mau puasa ….”

Alhamdulillah terlewati ketika Ummi merayu dengan menata makanan untuknya. Tiba-tiba, “Aku ga mau jus jambu putih. Maunya merah,” rengeknya. “Lho, tadi sebelum buat jus, Ummi sudah bilang kalau jambunya putih, bukan merah. Kak Shofi jawab, gpp,” Ummi mengingatkan. Kak Shofia diam saja

Azan Maghrib akhirnya berkumandang. Semuanya berbuka dengan riang. Kak Shofia pun lupa dengan kesedihannya tadi. Wajahnya bahagia. Cerianya berbuka menghapus lelah, lapar dan dahaga puasa.

Semoga, besok puasa Kak Shofia bisa lebih baik dan tenang. Harapan terbaik buat anak salihah.

#Citraamatullah

#CeritaKakShofia

#PuasaRamadan