Prinsip Hemat Saat Memasak

Adakah ibu-ibu yang punya prinsip “hemat” atau “dibuang sayang” terutama dalam hal makanan? Saya sering sekali menerapkan hal tersebut dalam keseharian memasak makanan. Misalnya saat siang ini, mau masak makanan baru untuk makan siang. Ternyata masih ada sisa sup semalam. Isinya sudah berkurang, hanya tersisa beberapa potong wortel dan empat buah bakso, tapi kuah sup masih banyak. Berhubung saya hanya akan masak untuk pribadi (satu porsi), sepertinya kuah sup yang kental dan creamy itu masih bisa di “daur ulang” menjadi sup baru.

Cek persediaan bahan baku di kulkas, termenung sejenak sambil memikirkan bahan apa saja yang akan diambil. Akhirnya pilihan jatuh pada telur dan baby bokcoy. Sebagai pelengkap karbohidrat saya pilih ramen.

Maka proses transformasi makanan left over menjadi makanan baru siap dilakukan. Siapkan kompor, panaskan sup dan masukkan ramen. Setelah beberapa menit ramen matang, matikan api dan masukkan sayuran baby bokcoy dan masukkan telur. Tutup panci dan biarkan semuanya matang.

Loh kok matikan api baru masukkan sayuran dan telur?

Jadi begini, saat kompor mati itu, sebenarnya proses memasak masih terjadi, kuah sup yang panas dan panci yang panas masih terus menyimpan panas dan cukup untuk digunakan sampai mematangkan sayuran dan telur. Setelah sayuran dan telur dimasukkan, pastikan sayuran tenggelam dalam kuah sup agar dapat matang semua bagian. Panci yang ditutup juga akan membuat panas terperangkap dan energi digunakan untuk membuat semuanya matang. Hasilnya, sayuran matang tepat, bahkan telur juga matang dengan kuning yang terlihat cantik (tidak over cooked).

Bahkan saat sup dipindahkan ke mangkok, ia masih tetap panas dan belum bisa saya makan. Bersabar sebentar hingga sup siap disantap. Bukankah kita dianjurkan untuk tidak meniup makanan/minuman yang panas? Jadi, saat makanan siap santap, semua bahan pangan yang ada mempunyai tekstur dan rasa yang tepat, tidak kelembekan atau berubah warna karena proses masak yang terlalu lama. Bonus lainnya, hemat energi gas/listrik untuk memasak. Jadi, pastikan Anda paham lama waktu untuk memasak bahan pangan yang ada agar nutrisi dan tekstur tetap terjaga.

Selamat memasak 🙂

Rumah media grup / Eaglezoyarohmah