Plus Minus Lebaran Online-Offline

Plus Minus Lebaran Online-Offline

idul fitri 1441 H
Idul Fitri 1441 H, offline

Assalamualaikum sobat web nulis bareng rumedia, semoga semuanya dalam keadaan sehat dan bahagia ya, aamiin.

Sebelumnya izinkan saya mengucapkan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebiasaan baik yang sudah kita bentuk selama bulan Ramadhan, tetap terjaga dengan baik, aamiin.

Seminggu sebelum Idul Fitri, saya galau, apakah saya harus pergi ke rumah orang tua di Jakarta Utara atau tidak. Pasalnya kami memang mengikuti anjuran pemerintah untuk berkegiatan lebih banyak di rumah. Keluar kalau memang butuh saja sama suami yang masih harus bekerja ke kantor. Selain itu, full kegiatan kami dari rumah saja. Makanya saya galau.

Selama 2 bulan terakhir, walaupun kami sama-sama 1 kota, yaitu Jakarta, komunikasi kami hanyalah via video call. Beberapa kali, ucapan kangen eyang papa buat cucu-cucunya terucap, tapi kami paham betul lebih baik saat ini berkegiatan banyak dari rumah saja. Itulah alasan utama atas kegalauan saya, rasa kangen eyang kepada cucu-cucunya. Akhirnya setelah berdiskusi dengan suami dan papa, kami memutuskan untuk berjumpa saat lebaran dengan beberapa catatan.

Pertama, kami (saya, suami, dan anak-anak) dijemput sama papa siang hari sebelum malam takbiran. Hal ini dimaksudkan agar begitu sampai rumah papa, kami bisa mandi sore jadi langsung ganti baju bersih lagi.

Kedua, peralatan menginap dibawa lengkap dan setiap orang pakai alat sendiri-sendiri seperti handuk.

Ketiga, gunakan masker, membawa hand sanitizer, dan tissu selama di perjalanan.

Keempat, bawa obat-obatan dan vitamin.

Kelima, saat lebaran salat Idul Fitri nya di rumah saja dan salam-salamannya biasa saja. Tidak seperti biasa yang sungkeman, lalu cipika-cipiki (cium pipi kanan-kiri sesama perempuan), lalu saling mendoakan sambil memeluk, dan sebagainya.

Catatan lainnya adalah harus selalu saling mengingatkan untuk sering-sering cuci tangan. Kemudian jika ada tamu, pastikan mereka cuci tangan dahulu baru bersalaman biasa. Setelah itu barulah mengobrol seperlunya sambil mengenakan masker atau menjaga jarak.

Setelah memutuskan bertemu orang tua yang berdomisili di Jakarta, saya dan suami juga masih memiliki orang tua dan saudara yang berada di luar kota. Karena menaati peraturan untuk tidak mudik, jadilah kami memutuskan untuk bermaaf-maafan via online dengan cara video call. Ternyata seru juga, lo. Kami tetap bisa bersenda gurau walaupun tidak berjumpa secara langsung.

Idul Fitri 1441 H, online, ngobrol dengan adik-adik

Sambil menunggu formasi lengkap, kami pun bertukar kabar dan cerita. Ternyata ada catatan-catatan juga yang kami dapatkan dari lebaran online ini.

Pertama, belajar bersabar karena tidak bisa berjumpa secara langsung dan mengetahui rasanya kangen serta berharganya momen berkumpul bersama keluarga.

Kedua, menghargai keputusan orang lain seperti tidak mudik karena itu lebih baik.

Ketiga, lebih seru karena kami benar-benar menikmati waktu atau kesempatan ngobrol ini. Karena tidak bisa berjumpa, jadilah semua dibicarakan atau diceritakan, seakan-akan tidak ada waktu lagi untuk berbagi cerita. Itulah mengapa jadi lebih seru.

Lebaran tahun ini baik yang offline dan online, menurut saya sama-sama punya plus minusnya. Ada catatan-catatannya. Apapun itu akhirnya saya kembali belajar bahwa keluarga tetaplah segalanya. Baik yang offline maupun online kita akan kembali berbagi cerita kepada keluarga.

Demi keluarga kita perlu melakukan hal-hal pengamanan seperti cuci tangan, mandi, pakai masker, tidak mudik, dan lain sebagainya, agar keluarga kita aman. Tak ada yang ingin keluarganya menderita. Semua pasti inginkan yang terbaik bagi keluarganya. Itulah mengapa perlunya keputusan-keputusan diambil, demi yang terbaik.

Sejatinya keluarga lah yang membuat kita mampu bertahan hidup, berjuang dalam hidup, dan bahagia dalam kehidupan ini. Yuk, sayangilah keluarga kita dengan menaati peraturan yang dianjurkan pemerintah. Pastinya peraturan yang masuk akal dan baik demi kemaslahatan banyak orang.

Masih ingin berbagi cerita tentang kondisi selama Corona? Hubungi saya, ya.

Nubar Jabar event Juni

Nubar-Nulis-Bareng/Lithaetr