Pikiran Pemicu Sehat atau Sakit

Sumber foto: Google

Sejak kita lahir sudah membawa dosa asal. Kekeliruan manusia pertama Adam dan Hawa yang terseret oleh iblis untuk melanggar perintah Allah. Tidak bisa kita pungkiri, semua manusia lebih dominan pada pikiran negatif.

Perlu kita sadari sejak dini untuk segera mengubah pola pikir negatif menjadi pola pikir positif. Banyak manfaat disaat kita bisa mengubah Mindset (Pola Pikir). Tubuh lebih sehat dan penyakit seolah tidak betah tinggal lama-lama di tubuh kita.

Kebanyakan manusia tidak bisa mengontrol emosi yang muncul. Padahal Tuhan menciptakan tubuh manusia sangat sempurna beserta pemeliharaan secara otomatis. Termasuk emosi, sebenarnya sebagai alarm bahwa ada gangguan secara psikis.

Gangguan psikis lebih dikenal Psikosomatik, dimana pikiran overload sehingga terjadi sensasi bodi (gangguan fisik). Antara psikis dan fisik saling berkaitan, sehingga harus bisa mengolah emosi dulu baru tubuh sehat. Kalau tidak, saat emosi bereaksi, tubuh pun ikut bereaksi. Sebagai contoh seperti gambar di atas saat muncul rasa cemas/ takut di pikiran, ada gejala fisik terjadi yaitu sakit perut, pusing atau berkeringat dingin.

Pikiran yang muncul pada tiap orang berbeda-beda reaksinya ke tubuh. Aku sendiri sudah kenyang dengan berbagai penyakit karena dulu tidak bisa mengontrol emosi. Saat emosi tak terkontrol, asam lambung meningkat sehingga daya tahan menurun. Padahal di sekitar kita banyak kuman, bisa berupa bakteri, virus, jamur dan parasit.

Seperti masa pandemi sekarang ini virus sudah merebak ke seluruh dunia. Semakin kita stres, asam lambung meningkat dan daya tahan menurun, semakin rentan tertular virus tersebut. Jaga Hati adalah cara terbaik dalam mengatasi pandemi ini.

Aku sudah mengalami sakit parah yaitu Lupus (kelainan darah yang menyerang sel tubuh sendiri). Saat aku tanamkan dalam pikiran dan yakin sembuh, ya itulah yang terjadi. Walaupun secara medis tidak mungkin bisa sembuh. Mulai sakit tahun 2004, dinyatakan sembuh dan lepas obat tahun 2011. Puji Tuhan sampai saat ini aku benar-benar sudah sembuh.

Hampir semua penyakit disebabkan karena pikiran. Sebaiknya kita olah pikir sebaik mungkin. Olah raga memang baik, tetapi ternyata dalam dunia kesehatan olah raga masuk urutan yang ke sekian bukan yang pertama. Bahkan banyak orang yang meninggal karena olah raga terlalu berlebihan.

Kita harus waspada, karena tubuh perlu istirahat cukup dan makan cukup. Banyak orang menyalahkan makanan sebagai sumber penyakit. Aku sudah membuktikan sendiri ternyata hanya 20 persen saja untuk makanan, 80 persen dari pikiran. Kecuali berlebihan bisa memicu penyakit juga.

Semoga kita semakin menyadari pentingnya mengolah emosi. Menurutku cara terbaik adalah meditasi. Banyak penyakit bisa sembuh setelah menjalani terapi ini. Sayangnya banyak orang kurang tekun melatih diri dengan meditasi.

Bagi para pembaca, aku sarankan mulailah dari sekarang mengolah emosi. Walaupun susah, tetapi lebih susah kalau sudah sakit. Selain menyiksa diri, merepotkan orang lain dan membutuhkan biaya banyak. Jangan menunda-nunda waktu lagi.

Apalagi mau mencari cara instan yaitu cara yang gampang dan cepat, tidak akan bisa. Harus melatih kesabaran dan menerima kalau memang sudah sakit. Penyembuhan lebih mudah.

Selamat berjuang untuk bisa mengubah pola pikir, karena kekuatan pikiran sangat luar biasa. Berpikirlah positif walaupun di tengah badai. Seperti yang aku alami, saat berserah total, mujizat terjadi. Kuasa Tuhan yang bekerja.

The Power of Thinkingđź’–

The Power of Forgivenessđź’–

Wenny Kartika Sari