PERKENALAN MENAKJUBKAN

Ibarat sebuah perjalanan, kehidupan ini terus melaju menempuh waktu demi waktu. Di usiaku yang sedang berjalan menjelang kepala lima, aku telah melewatkan beraneka peristiwa yang terekam menjadi kenangan dan pengalaman.

Setiap misteri yang akan terjadi tak mungkin sekalipun bisa diduga. Semua adalah rahasiaNya semata. Namun setelah hari berlalu, barulah bisa tahu bahwa ternyata kemarin telah dapat melewatkan ini dan mengalami itu. Berbagai peristiwa yang mungkin jadi bisa digambarkan dalam sebuah cerita.

Sebagaimana awal perjalananku berkenalan dengan NuBar di WordPress ini, boleh dikatakan menakjubkan bagiku. Ya, aku tak merencanakan dan tak menduga akan “terdampar” bersama teman-teman hebat di komunitas NuBar pada bulan April 2021 ini. Aku senang menuliskan dan menceritakan perkenalan menakjubkan ini agar jika putra-putriku membacanya kelak, maka mereka bisa belajar tentang arus kehidupan ibunya yang masih wara wiri mencari pertemanan demi suatu kegiatan positif.

Aku sudah lama senang bergabung dengan komunitas menulis. Tidak hanya komunitas menulis sesama guru, tapi juga komunitas menulis secara umum lintas usia, lintas profesi bahkan lintas tema. Suatu hari ada tulisan tentang dosa anak kepada orang tuanya di komunitas bisa menulis asuhan Bunda Asma Nadia dan Ayah Isa Alamsyah. Aku terkesan dengan tulisan itu dan aku pun menulis pendapatku di kolom komentar. Tidak terbayang komentarku ternyata saling berbalas membahas banyak hal hingga sampailah pada satu nama yaitu Ribka ImaRi. Menurut salah satu teman yang berkomentar, jika ada anak yang diperlakukan kurang baik oleh orang tuanya akan menimbulkan luka masa kecil yang harus disembuhkan. Beliau menyebut nama Ribka ImaRi sebagai mentor pengasuhan bagi orang dewasa yang masih memiliki masalah luka batin dalam inner childnya.

Penasaran dengan nama Ribka ImaRi, aku pun meluncur ke Fb nya sesuai saran teman di pembahasan komen itu. Sungguh tak kusangka postingan-postingan mbak Ribka -sapaan mbak kusematkan setelah aku berhasil terhubung di wa dengan beliau – sangat menggugah perasaanku. Tak akan ku ceritakan mengapa aku akhirnya ikut sesi konseling bersama mbak Ribka. Selanjutnya aku ingin menceritakan sisi menakjubkan beliau yang memotivasiku untuk selalu memiliki keberanian mengalihkan fokusku dari negatif ke positif, dari tidak menyenangkan ke suasana yang lebih membahagiakan dan lebih fokus lagi dari perasaan menolak kepada perasaan menerima.

Begitulah, berkenalan dengan mbak Ribka ternyata berlanjut ke pertemanan dunia maya terhubung di grup WA Writing For Healing (WFH). Salah satu hal yang juga menakjubkan bagiku karena ternyata hobiku menulis bisa menjadi upaya mengalihkan fokus ke arah yang lebih baik, bahkan bisa menjadi media pengobatan luka-luka batin. Masya Allah … aku terhenyak dalam renungan yang sungguh membuatku menangisi diri cukup lama. Aku meraba luka-lukaku yang tak pernah kusadari. Aku mencoba mencari dan menuliskannya dalam calon judul demi judul tulisan sebagai gambaran rencanaku untuk memberi perlakuan baik pada berbagai kesedihan yang pernah kurasakan.

Ya, berkenalan dengan mbak Ribka sangat menginspirasi perubahan pandangku terhadap kehidupan. Dan bukan hanya itu, mbak Ribka lebih jauh membawaku pada perkenalan dengan NuBar ini. Beliau yang sangat terasa ketulusannya sampai pada hatiku, meyakinkan teman-teman di WFH tentang kesempatan baik bisa menulis di blog sendiri. Menulis kapan saja dan dalam versi apa saja serasa membuat batinku meluncur bebas dari ketinggian, terlepas dari sesak dan ketidakmengertian. Aku merasa optimis bisa keluar dari jalur sempit kebuntuan tentang kemana membuang emosi negatifku. Kini aku bisa menuliskannya sebagai karya, bukan lagi sebagai sampah yang busuk tiada guna. Ya, pengalaman batinku adalah mutiaraku yang harus kuperlakukan baik. Menjadikannya sebagai karya adalah mempercantik jiwa. That’s it. Aku mendapatkan klunya.

Bismillah… begitu mbak Ribka mengingatkanku agar selalu mengucapkan bismillah jika aku punya niat baik untuk sesuatu hal yang kutuju. Bismillah aku ingin mulai menulis di NuBar dengan semangat dan komitmen. yang tinggi. Semoga perkenalan menakjubkan dengan mbak Ribka dan Pak Ilham di NuBar serta teman teman seperasaan di WFH dan NuBar ini membuatku lebih bersyukur bahwa kehidupan akan selalu bergulir kearah yang lebih indah dan lebih baik . Aamiin.