PERJUANGAN BELUM BERAKHIR

Pandemi covid-19 yang sudah melanda negara kita selama 3 bulan lebih ini merubah tatanan masyarakat dalam segala bidang. Termasuk dalam bidang Pendidikan.

Memasuki akhir tahun dan awal tahun pembelajaran. Guru dan pihak sekolah berjuang keras untuk mencari cara bagamana agar tetap bisa melakukan pembelajaran.

Seperti saat ini. Menurut kalender Pendidikan satuan Madrasah kami, bulan ini adalah waktunya pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) atau Ujian Kenaikan Kelas (UKK) bagi kelas 7 dan 8. Pada rencana awal PAT/UKK ini akan dilaksanakan di madrasah. Karena diperkirakan tanggal 8 Juni situasi sudah terkendali.

Namun keadaan berkata lain, pandemi belum juga pergi. Terpaksa pihak sekolah memperpanjang waktu belajar di rumah sampai pada tanggal yang belum bisa dilakukan. Mengingat Penilaian Akhir Tahun harus tetap dilaksanakan, semua program madrasah harus terus berjalan, maka pihak sekolah memutuskan Penilaian Akhir Tahun dilaksanakan secara online.

Begitu palu di ketuk, dalam pikiran guru seolah di klik tombol start. Guru bersigap mempersiapkan materi dan strategi yang tepat untuk melaksanakan PAT secara daring. Seminggu sebelum PAT dimulai siswa diberikan waktu untuk simulasi. Karena baik guru maupun siswa ini hal pertama kali dalam hidupnya melaksanakan ujian secara daring.

Dan kehebohan pun dimulai. Ketika hari pertama Penilaian Akhir Tahun dilaksanakan, server sekolah down, siswa tidak bisa log in, username dan password tidak singkron, tidak ada kuota, sinyal hilang, tidak punya HP atau laptop dan hari pertama terasa panas.

Hari kedua tidak terlalu panas seperti sebelumnya. Di hari ini baik guru maupun siswa sudah mulai mengerti bagaimana menggunakan aplikasi. Sudah mulai paham bahwa jika layar gawai ng blank atau menjadi putih itu berarti gangguan sinyal. Dan mereka siap untuk mengulanginya lagi.

Berulang kali para operator menyuarakan dalam berbagai kesempatan dan dalam grup madrasah untuk tidak panik. Bekerja dengan jaringan butuh kesabaran dan kepahaman.

Perjuangan belum selesai sampai disini. ketika anak-anak sudah berdamai dengan aplikasi. Mengerti untuk tidak panik saat tiba-tiba layar tertutup dan muncul nilai nol padahal belum mengerjakan tugas sedikitpun. Mereka langsung menghubungi guru mapelnya untuk minta di reset Kembali agar bisa mengerjakan ulang mata pelajaran tersebut.

Perjuangan lain agar kejadian itu tidak terulang, mereka harus pandai pandai mencari situasi dan tempat yang nyaman agar terhindar dari gangguan. Apapun dilakukan untuk mencari sinyal internet yang stabil. Ada yang naik pohon, malam-malam mojok di dapur, berdiri di dekat jendela, konsentrasi di pagi hari karena kalau sudah lewat dzuhur sampai malam, mereka tidak akan bisa mengerjakan soal karena sinyal hilang.

Begitulah hidup. Penuh perjuangan. Hanya orang yang berjuang yang dapat merasakan manisnya kehidupan. Hanya orang-orang yang bekerja keras yang dapat menikmati indahnya perjuangan. Hanya orang-orang yang berjuang yang mengetahui bagaimana rasanya berjuang. Selamat berjuang Nak, kesuksesan menanti anda.