PERJALANAN SEBUAH BUKU

PERJALANAN SEBUAH BUKU

Banyak sekali yang bertanya saat naskah baru saja dikirim ke Manajer Area.

“Kalau ikut NuBar jadi bukunya cepat kan?”

Ada lagi yang bertanya, “Kok sudah lama banget bukunya nggak terbit juga?”

Tenang ya sahabat-sahabatku semuanya, penerbit Rumedia yang menaungi NuBar bukan penerbit kaleng-kaleng dan suka tipu-tipu. Jauhkan prangka buruk itu dari hati kalian. Penerbit ini sudah memiliki legalitas hukum jadi tidak mungkin melakukan hal yang terlintas dalam pikiran kalian.

“Tapi kok lama terbit bukunya?”

Begini ya, saya kasih penjelasan bagaimana proses penerbitan buku di sini. Pertama, PJ event mengumpulkan naskah tulisan dari para kontributor yang berminat dengan tema yang ditawarkan. Ini aja butuh perjuangan lho soalnya para kontributor pada senang mengumpulkan naskah mepet deadline.

Bisa dihitung dengan jari kontributor yang mengumpulkan naskah di awal. Ini saya perhatikan dari beberapa event yang pernah saya ikuti ya. Eh tapi kalau saya perhatikan hanya ada satu kelompok yang selalu gerak cepat dalam pengumpulan naskah.

Ada yang bisa menebak? Ya, kelompok yang dikomandoi oleh Pak Sam. Beliau sepertinya mempunyai kekuatan magis dalam pengumpulan naskah, bisa kumpul naskah jauh sebelum DL. Kalau ini saya masih harus berguru dulu sama beliau.

Kedua, setelah naskah terkumpul semua, PJ menyusun dan menggabungkan naskah dari semua kontributor. Naskah akan disusun berdasarkan urutan pengumpulan naskah. Kalau mengumpulkan di awal kan lebih enak,  bisa nyicil dari jauh-jauh hari.

Ini problemnya adalah saat mengumpulkan naskah sudah mepet deadline bahkan ada yang minta tambahan waktu juga. Setelah dicek, naskahnya ada yang belum dilengkapi bionarasi dan foto sementara diwapri responnya juga lumayan lama.

Ketiga, setelah semua naskah disusun oleh PJ, kemudian dikirim ke Manajer Area. Setelah dicek, barulah keluar invoice biaya buku yang harus dibayarkan. Kenapa harus bayar di awal bukan penulis yang dibayar?

Hehehe, perlu teman-teman fahami, kami adalah penerbit indie hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala/POD (Print on Demand). Berbeda dengan penerbit mayor, untuk penerbit indie mengeluarkan biaya sendiri dalam setiap proses penerbitan bukunya. Tapi jangan menganggap menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual ya, karena kami melakukan semua prosesnya dengan profesional.  Oke, clear ya!

Keempat, setelah proses transferan selesai, dilanjutkan dengan proses pengajuan ISBN, editing, lay out cover, lay out naskah, naik cetak, dan bukunya siap hadir dalam pelukan teman-teman.

Terlihat simpel tapi setiap prosesnya harus sabar dengan antrean. Kalau hanya 1 atau 2 buku insya Allah 2 atau 3 bulan juga beres. Masalahnya di Rumedia  antrean tidak hanya satu area tapi dari semua area (Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi, Sumatera, dan Singapura), dan antreannya lumayan panjang. Ini mungkin yang lebih tepat untuk menjawab kenapa terbitnya buku cukup lama.

Bayangkan saja, Rumedia memiliki 4 area dalam negeri dan 1 area luar negeri. Satu Area membuat event 5-10 dalam setiap bulannya. Kurang lebih dalam satu bulan antreannya 25-50 naskah. Urutan pengerjaan berdasarkan urutan naskah masuk, jadi semakin cepat proses pengumpulan naskah – transferan, maka akan semakin cepat masuk urutan antrean.

Hal yang lumayan butuh effort banyak juga dalam pembuatan cover buku. Alhamdulillah Pak Ilham dianugerahi ide yang banyak untuk membuat cover yang keren. Proses ini bukanlah hal mudah ya karena pembaca biasanya melihat terlebih dahulu cover buku. Jika cover buku menarik dan mewakili isi buku, otomatis akan menarik minat pembaca untuk membacanya.

Yuk simak bagaimana proses pembuatan covernya di SINI, mau belajar ilmu kepenulisan secara cuma-cuma, boleh intip tautan ini juga.

_Wina Elfayyadh_

#Nubar
#NulisBareng
#Level3
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week2day3
#RNB016JABAR
#rumahmediagrup