Pentingnya Kesadaran Orangtua terhadap Kesehatan Mental Anak

Sumber foto: Google

Bingung juga hari ke-12 mau menulis tentang apa di web nubar-nulis bareng Rumedia. Akhirnya muncul ide dari keseharian yang aku hadapi. Setelah ikut zoom meeting World Lupus Day 10 Mei lalu, aku ikut grup besar whatsapp penderita Lupus dan ada beberapa yang curhat atau istilah kerennya konseling.

Puji Tuhan setelah sembuh dari sakit Lupus tahun 2011, hatiku tergerak untuk membantu penderita Lupus lainnya sembuh juga. Dari beberapa yang konseling, banyak sekali akar permasalahan sakit Lupus karena ada kemarahan terpendam dengan orang tua.

Banyak orangtua belum menyadari bahwa cara memperlakukan anak sangat mempengaruhi mentalnya dimasa dewasa. Kesehatan mental sangat mempengaruhi kesehatan fisik. Aku sungguh prihatin, karena yang terkena Lupus, benar-benar kesulitan berdamai dengan orangtuanya sendiri.

Banyak yang kesehatannya semakin memburuk. Bahkan orangtuanya pun tidak mengetahui hal ini. Aku hanya berpesan kepada para orangtua, supaya belajar tentang :

1. Mengasuh Inner Child, supaya bisa berdamai dengan diri sendiri. Sehingga dalam memperlakukan anak benar-benar dengan sepenuh hati.

2. Mindfulness, supaya kesadaran meningkat terhadap segala yang dilakukan dan segala konsekwensinya.

3. Acceptance, supaya bisa menerima segala yang terjadi yang tidak sesuai keinginan.

Ketiga cara di atas adalah tehnik terbaik untuk meningkatkan kesadaran dan saling berkaitan dalam bersikap terhadap anak dan orang di sekitarnya.

Aku sendiri mengalami bagaimana bisa meningkatkan kesadaranku saat aku membuat kesalahan dalam mendidik anak. Bukan lagi menyalahkan anak, tetapi menyadari bahwa aku sendiri pernah salah. Supaya tidak terjadi lagi di generasi berikutnya.

Ketiga cara di atas benar-benar luar biasa untuk menguatkan mental. Baik mental orangtua sendiri maupun anak. Ada timbal balik saat kita sebagai orangtua mau memperbaiki kesalahan terlebih dahulu.

Terutama masa pandemi ini, sangat banyak orang stres. Mental tangguh sungguh dibutuhkan untuk bisa survive. Bukan lagi kecerdasan intelektual-IQ (Inteligence Quotient) tetapi lebih penting kecerdasan emosional- EQ (Emotional Quotient).

Mau sepintar apapun kalau EQ nya rendah atau emosinya tinggi, tidak akan berhasil dalam hidupnya. Perlu kita sadari pentingnya mengalahkan diri sendiri, supaya kesadaran meningkat terutama bila sudah menjadi orangtua.

Semangat buat calon orangtua dan para orangtua tuk menjadi orangtua yang mempunyai kesadaran mengutamakan kesehatan mental anak. Buat apa sukses dalam segala hal tetapi anaknya sakit atau lemah mental.

Bukan hanya uang yang dibutuhkan anak, tetapi waktu, cinta dan perhatian orangtua sangat penting untuk kesehatan mental anak.

The Power of Thinkingđź’–

The Power of Forgivenessđź’–

Wenny Kartika Sari

2 comments