Pengalaman menulis

Sejak duduk di sekolah menengah pertama ( SMP ), saya mulai belajar menulis. Menulis diari pertama kali ku lakoni. Setiap hari ku menulis berbagai kejadian baik di sekolah , rumah dan sekitar lingkungan yang menurutku menarik. Banyak hal yang kutuangkan dalam diari , sebait tulisan mengenai pertemanan di masa remaja tertuliskan dengan rapi. Diari tersimpan rapi di dalam lemari, tak seorangpun boleh melihatnya. Saya belum memahami teknik penulisan yang baik saat itu, hanya mengikuti alur perasaanku saat itu.

Menulis diari membuatku lebih nyaman. Namun dua bulan setelah menulis diari, diariku hilang entah kemana. Hari naas itu, membuatku tak lagi menulis karena sedih tak terkira harus kehilangan teman cerita yakni my diari. Aktivitas menulis terhenti saat itu.

Namun sejak kuliah, aku mulai banyak menulis. Karena saat itu aku aktif dalam jamaah dakwah. Dakwah bil tulisan membuatku bangkit untuk menulis tentang perjuangan dakwah Rasulullah saw. terdahulu bersama para sahabatnya yang tekah mereka lalui. Konsen menulis mengenai dakwah terus ku gencarkan walau itu hanya sekedar opini di media sosial.

Namun setelah menikah, saya ikut beberapa komunitas kepenulisan salah satunya KMO. Disinilah saya banyak belajar mengenai kepenulisan termasuk masalah peubi. Banyak pengalaman yang saya dapatkan dari komunitas menulis ini.

Menulislah walau tulisanmu belum sempurna, karena dengan menulis akan bermanfaat buat banyak manusia sebagai bahan referensi dan motivasi hidup untuknya.