PENGALAMAN BERHARGA

Semalaman hujan tak berhenti mengguyur bumi. Jalan basah dan banyak genangan. Begitupun di sekolah.

Aku tiba lebih awal, angin semalam membuat daun-daun berguguran dan menutupi Sebagian besar halaman sekolah. Nampak para penjaga kebersihan sedang membersihkannya.

“Din, teras kelas kita banyak genangan airnya. Coba bersihkan!” Bu Ratih berdiri di pintu kelas sambil melihat-lihat ke seluruh ruangan.

“Hari ini bukan saya tim piket kebersihannya, Bu” jawabku.

“Lha, tidak apa-apakan? Kalau kelas bersih kan bukan buat orang lain. Tapi buat kita juga” Bu Ratih mengambil lap pel yang ada di belakang lemari kelas. Beliau membersihkan teras. Melihat itu terpaksa deh aku bangun dari tempat duduk untuk membantu Bu Ratih, padahal males juga sih. Nanti tim piket kebersihan hari ini enak dong gak kerja. Umpat ku dalam hati. Belum saja aku melangkah tiba-tiba

“Auuuuhhhggg” kaki ku terpeleset dan aku jatuh terlentang.

“Din, kenapa?” Bu Ratih datang menolongku

“terpelet Bu!”

“Oalaah, rupanya atap kelas kita bocor, sehingga ketika hujan airnya tembus dan menggenang di dalam kelas” Bu Ratih menunjuk atap, banyak titik titik basah tanda kebocoran.

“Nah, apa tadi ibu bilang. Membersihkan kelas itu tidak harus oleh tim piket. Jika kita duluan datang, ya bersihkan. Agar kejadian yang menimpamu ini tidak terjadi.” Jelas Bu Ratih.

“Ya, Bu. Maafkan Dini” aku menyesal.

“Gak apa-apa. Tuh lihat semboyan yang kita tulis di dinding kelas kita. BEBAS KOMIBA. Berantakan – rapikan, Basah – keringkan, Kotor – bersihkan, Miring – luruskan, Bahaya – amankan. Terapkan dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah, di sekolah dan dimanapun kita berada. Jangan tunggu orang lain yang melakukan, karena yang kita sendiri yang merasakan manfaatnya. Dan juga menjadi kebaikan karena mencegah orang lain dalam bahaya. Seperti halnya kamu sekarang” jelas Bu Ratih.

“Ya, Bu. Sekarang Dini mengerti. Yang di dalam kelas biar Dini yang bersihkan ya Bu!”

“Baik. Tapi kamu tidak ada yang sakitkan?” Bu Ratih memeriksa tubuhku.

“Tidak Bu. Hanya sedikit basah saja. Nanti juga kering’

Aku mulai membersikan kelas dengan senang hati, tak lama tim piket kebersihan kelas datang dan berterima kasih karena aku sudah membantu meringankan tugasnya.

Indahnya bisa membantu teman. Aku bersyukur, kejadian hari ini memberikan pelajaran berharga bagiku.