Pendidikan yang Mendidik

Pendidikan yang Mendidik

Mendidik…

Tidaklah mudah dalam mendidik seorang anak agar kelak menjadi manusia seutuhnya. Manusia yang memiliki akhlak terpuji dan mampu membawa manfaat untuk sekitarnya. Manusia yang kelak mampu memanusiakan manusia.

Ibaratnya, anak perlu dikasih jamu yang rasanya mungkin tidak enak (sepat, pahit, kecut) tapi dapat menyehatkan daripada harus terus menerus memberikan permen yang manis disukai anak tapi esok lusa giginya berlubang dan masalah kesehatan lainnya.

Pendidikan itu memiliki akar yang pahit namun jika dirawat dengan cara disiram setiap hari, diberi pupuk, mendapat cahaya matahari yang cukup maka esok lusa akan tumbuh buah yang begitu enak untuk dinikmati. Proses yang melelahkan dan butuh kesabaran.

Perlu ketegasan dalam mendidik, bukan kekerasan. Butuh kedisiplinan yang tidak hanya sekedar sisipan dalam kehidupan. Konsistensi wajib jika ingin terwujud prestasi.

Butuh usaha keras untuk mendidik seorang anak. Anak tidaklah sama dengan orang dewasa yang bisa paham sesuatu walaupun hanya diberi kisi-kisinya saja. Anak-anak harus diberikan contoh nyata dan jelas agar paham tentang segala sesuatu di sekitar mereka.

Anak butuh teladan. Proses belajar mereka dimulai dari meniru maka perlu sosok yang dapat menunjukkan hal-hal baik agar yang ditiru adalah kebaikan.

Anak-anak merupakan berlian yang masih harus disepuh agar kilaunya memantul indah. Maka pendidikan itu ada sebagai alat dan sarana yang mampu memanusiakan mereka. Manusia yang dapat menyeimbangkan akal dan hati nurani menjadi pribadi yang baik.

Selamat Hari Pendidikan Nasional
2 Mei 2020

Teruntuk: para pejuang pendidikan

Nulisbareng/ibunyanajma