Pelajaran berharga di tengah pandemi

Dunia sedang mengalami lockdown total akibat pandemi covid 19. Berawal dari kota wuhan Cina virus ini merebak begitu cepat bahkan korban akibat virus ini berjatuhan di jalan. Tak ayal, Pemerintah Cina akhirnya menghentikan segala aktivitas di wuhan dan mengkarantina seluruh wilayah cina. Bisa dibayangkan, ekonomi , politik, keamanan terganggu oleh virus covid 19 ( corona ). Di pertengahan februari bukan hanya Cina yang terkena virus ini, namun dunia bagian barat pun terkena virus covid 19. Korban berjatuhan, ekonomi runtuh , politik amburadul serta keamanan mati seketika.

Negeri kita sendiri yakni Indonesia, terkena virus covid 19. Sejak virus ini menyebar di Indonesia, Pihak penguasa mengeluarkan berbagai kebijakan mulai dari PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar ) hingga terakhir New normal. Banyak pihak yang menyayangkan keputusan terakhir Pemerintah, seolah Pihak Pemerintah putus asa memutus rantai penyebaran virus covid 19 hingga muncullah kebijakan ini. Padahal kurva pasien yang positif makin menanjak naik, tak menunjukkan virus ini terhenti. Wah, bagaimana mungkin kita bisa menghadapi new normal? Persiapan menghadapi new normal pun dikatakan oleh para pengamat seolah terburu – buru dan tanpa memperhitungkan akibat yang ditimbulkan. Perlunya edukasi dari berbagai pihak terutama Pemerintah dalam mencegah penyebaran virus covid 19. Munculnya berbagai opini di tengah masyarakat bahwa virus covid 19 seperti flu biasa hingga tak membuat masyarakat tak segan keluar dari rumah dan berkumpul tanpa memperhatikan protokol kesehatan.

Perlunya kerjasama berbagai pihak dari Pemerintah dan masyarakat agar sedianya menghindari area keramaian dan menjaga jarak serta memperhatikan protokol kesehatan demi menjaga penyebaran virua covid 19 makin meluas. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa sejak pandemi ini ada, masyarakat makin religius dan sadar akan rusaknya tatanan kehidupan sekulerisme. Mereka tak lagi buta akan kondisi saat ini bahkan masyarakat makin melangitkan doa kepada Alalh swt demi keselamatan bangsa dan dunia. Kita wajib bersyukur dengan segala kondisi yang ada dan berharap pandemi ini segera berakhir. Aamin ya mijibasailin.