Pasukan Pembasmi Virus

Apa warna bahagiamu hari ini?
Kalau aku sih Ungu, penuh rahmat dan kelimpahan. Sebab orang-orang tercinta bersamaku di sini, dekat, tak hanya jiwa tapi juga raga.

Pastilah kita semua begitu bukan?
Rasa bahagia akan hadir saat kita bersama orang-orang tercinta. Keluarga akan menjadi titik sentral rasa bahagia kita. Jika saja ada anggota keluarga yang sakit atau mengalami kesulitan, kita akan merasa tidak nyaman.

Penting untuk selalu memiliki rasa bahagia. Apalagi saat ini kita sedang dilanda pandemic. Corona yang membawa covid 19. Wabah yang membatasi gerak dan langkah, wabah yang melahirkan rasa was-was dan cemas. Wabah yang masih memberikan PR bagi para petugas medis dan para peneliti untuk menaklukkannya.

Hal yang harus kita syukuri, wabah ini sumbernya virus.

Oiii…! Kok bersyukur sih, jelas-jelas ia memberi dampak kematian.

Sabar Sob,

Kita semua tahu virus akan selalu ada. Kita tidak bisa hidup bebas dari mikroba yang satu ini. Nah tugas kita adalah membesarkan rasa bahagia tadi. Sebab virus hanya bisa dilawan oleh imunitas tubuh kita sendiri.

Benar sih obat-obatan akan membantu, namun lebih kepada mengendalikan kerusakan yang dibuat para virus tersebut. Virus akan gagal melakukan pengrusakan kalau kitanya kuat.
Kayak gitu Sob.

Kuatnya tidak hanya fisik, yang utama psikis. Jiwa yang sehat akan melahirkan tubuh yang kuat. Benarkan begitu pepatahnya.

Nah, kekuatan jiwa itu asupannya adalah hormon serotonin, dopamine, relaksin dan oksitosin.

Apakah hormon ini dapat disuntikkan ke dalam tubuh?
No…no..no. Bukan begitu caranya.

Tubuh akan memproduksi hormon yang menguatkan imun ketika kita merasa bahagia, gembira dan rileks. Hormon-hormon yang kita sebut tadi jika memasuki aliran darah, maka akan mengirimkan sinyal agar tubuh menciptakan lebih banyak sel imun.
Malah ada cara paling mudah untuk memperbanyak sel imun, yaitu tertawa selama lima menit. Jadi pasukan yang mampu melawan virus itu kita sendiri yang ciptakan.

Tuuuhhh kan.

Sebenarnya Allah telah menyempurnakan penciptaan kita sebagai manusia. Semuanya ada dalam diri kita. Sayangnya kita sering lupa.

Kita lupa menyayangi tubuh sendiri, lupa berterima kasih pada tangan dan kaki, lupa menyapa mata dan telinga, tidak menyadari peran mulut dan hidung.
Saatnya kita mulai membangkitkan kesadaran diri secara penuh. Melakukan sesuatu dengan keterlibatan seluruh jiwa dan raga. Jangan lagi membiarkan tangan bekerja tapi pikiran kemana-mana. Jangan pula mata memandang pada si dia tapi ingatan bergerak entah kemana.
Fokus. Nikmati dan jalani.

Oke Sob, mari ciptakan imunitas tubuh yang kuat.
Pastikan hari-hari kita dipenuhi rasa bahagia, dipenuhi gelak, tawa dan canda. Tetap beraktivitas dengan fokus dan menikmatinya, serta pastikan selalu mengakhiri dengan penuh kesyukuran

Keep healthy and happy ya…