Pamitku

Saat kening dan deraian air mataku, disertai sesakku, bersujud pada Mu, menahan segala yang terbenam dalam bayang indah ramadhanku, malamku, malam terakhirku di ramadhanMu kali ini.

Membayangkan saat memasuki awal ramadan disaat covid 19 melanda, berbekal dengan segala tentang ke AgunganMu ya Rabb, memastikan untuk bisa menjalani ramadan indahMu walau dirumah saja, berdamai dengan hati dan bekerjasama dengan otak untuk menunda keinginan.

Perlahan namun pasti, kita akan meninggalkan ramadan, bukan ramadan meninggalkan kita, karena ramadan akan datang lagi dan kita belum tentu bisa bersama dengannya lagi. Seharusnya keromantisan ibadah bersamanya terjaga dengan indah.

Ramadan yang selalu dirindukan, tapi ketika ia menyapa kita, menjamu kita, rindu kita tidak tertumpahkan sebagai mana mestinya. Rindu kita mudah menguap entah kemana, wahai yang pemilik rindu, ajari kami untuk merindu ramadan dengan baik, bila masih ada ridhoMu.

Selimut rindu ini masih belum mampu menutupi keinginan hakiki pada rindu jamuan sang Pencipta. Bagaimana rindu yang belum mampu di implementasikan sebagaimana oleh para sahabat Rasulullah Saw. Kesemuaanya membalut rindu dalam bungkusan ketaqwaan yang membara.

Bila saat ini aku pamit, bukan karena tidak ingin, tetapi karena menyadari diri yang tidak kekal ini, sehingga deraian air mata penuh pengaharapan akan ampunanMu ya Rabb, deraian air mata rasa syukurku, bahagia serta cemasku.

Indahnya ramadanku kali ini walau disertai cemas, doa yang berkepanjangan, ada yang luput dari mata, tidak membersamai, tetapi selalu dekat dalam detak jantung yang menyiratkan kumpulan doa kebaikan untuknya, agar senantiasa dalam lindunganMu.

Terima kasih untuk 30 malam tarawih dan tahajudMu, terima kasih atas rasa ringan untuk melakukan ibadah, karena kami sadar akan keterbatasan kami sebagai hambaMu yang lemah. Terima kasih atas segala nikmat rizki berbuka puasa kami.

Semoga pamitku, Kau catat sebagai pamit yang terus merindu untuk berjumpa kembali dengan ramadhanMu, ditahun-tahun berikutnya

Nubarnulisbareng/Nurfahmi

Sumber gambar : cuplik dari whatapp