Pahlawan Bangsa

Pahlawan Bangsa

“Sudah hampir dua minggu aku libur sekolah. Tapi, tidak satu hari pun bisa bermain bersama ayah,” keluh Andi.

“Lagi mikirin apa, Nak?” tanya Bunda.
Andi hanya menghela nafas. Ia tampak murung

“Aku ingin bermain bola bersama ayah, Bun,” ujar Andi sambil menangis. Bunda memeluk dan membelai kepalanya.

“Sabar Sayang, sekarang ayah sedang berjuang di rumah sakit. Ayah adalah salah satu pahlawan bangsa,” hibur bunda.

“Pahlawan bangsa? Ayah lagi perang, Bunda?” Mata Andi terbelalak.

“Ayah dan teman-teman medis lainnya sedang berjuang melawan virus corona, Nak,” jelas bunda.

“Bunda, ayah hebat, ya. Aku ingin jadi pahlawan juga,” seru Andi semangat.

“Boleh, Sayang.” Bunda tersenyum.
“Bagaimana caranya, Bunda? Andi kan belum jadi dokter seperti ayah.”

“Dengan kita tetap di rumah, mengikuti anjuran pemerintah, dan rajin mencuci tangan. Kita pun menjadi salah satu pahlawan, karena membantu memutus rantai penyebaran corona,” jelas bunda.

“Kalau virusnya enggak bisa menyebar lagi, lama-lama dia pergi ya, Bunda?” tanya Andi yang disambut dengan anggukan bunda.

“Berarti Ayah bisa cepat pulang, ya? Hore!” teriak Andi senang.

Nah, teman-teman mari kita bersama-sama menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih dengan menjaga kebersihan, terutama kebersihan tangan, memakan makanan sehat, vitamin, menjaga kesehatan dengan istirahat cukup, berdiam diri di rumah, menjaga jarak, dan mengikuti anjuran pemerintah. Kita doakan semoga paramedis sang pahlawan bangsa selalu diberi kesehatan dan kekuatan, agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Doakan juga ya, semoga virus corona yang jahat segera pergi dari negara kita.

Ilustrasi: Asri Susila Ningrum

Story: Asri Susila Ningrum

Rumahmediagrup/Asri Susila Ningrum

One comment