Olahraga

Hasil lab yang menunjukkan kadar trigliserida tinggi, membuat saya diwajibkan minum obat, diet karbohidrat dan minyak serta harus olahraga.

Olahraga yang dianjurkan adalah yang cepat membakar lemak seperti cardio atau aerobik. Tapi karena saya belum bisa lari ataupun loncat, saya hanya melakukan jalan kaki saja. Itupun disarankan tidak lebih dari 30 menit saja oleh dokter spesialis syarafnya. Karena kalau lebih dari itu, takutnya gegar otak saya kambuh.

Kambuhnya gegar otak itu ditandai dengan rasa sakit kepala. Sakitnya tidak bisa diringankan dengan hanya dipijit. Karena kalau dipijit saja, tidak sampai kepada rasa sakit. Rasa sakitnya jauh di dalam kepala. Ibaratnya kalau kita sedang mengalami gatal tenggorokan. Gatalnya tidak bisa digaruk lewat leher tapi bisa diredakan oleh minuman yang hangat di tenggorokan. Selain sakit di bagian kepala, juga pusing berputar. Mirip dengan bila kita menginjak tanah yang sedang gempa. Goyang dan tidak ajeg. Kalau sakit dan pusingnya tidak tertahankan, saya biasanya mengkonsumsi proneuron. Obat pereda sakit kepala yang diresepkan oleh dokter syaraf.

Hampir tiap hari saya jalan kaki. Tujuan saya biasanya belanja ke warung tetangga atau belanja ke pusat perbelanjaan yang jaraknya satu kilometer dari rumah. Di rumahpun biasanya saya hitung langkah kaki. Minimal tiga ribu langkah. Biasanya hari Sabtu atau Minggu saya istirahat. Jadi tidak jalan kaki ke luar rumah. Kalau sedang banyak sekali kerjaan rumah tangga, saya mengayuh steady bike saja di dalam rumah sambil menemani anak-anak yang PJJ.

Jalan kaki selama 30 menit itu artinya berangkat ke tujuan selama 15 menit lalu pulang lagi jalan kaki selama 15 menit. Pernah saya coba berjalan kaki selama satu jam nonstop, ternyata sakit kepala kambuh. Pernah pula berjalan kaki selama 40 menit, pusing dan berkunang-kunang. Alhasil, setiap menit ketigapuluh, saya istirahat. Setelah istirahat, dilanjut jalan kakinya. Ternyata bisa.

Selain jalan kaki, olahraga yang dianjurkan oleh dokter syaraf untuk saya lakoni adalah yoga. Yoga yang untuk pemula dan nempel ke lantai. Karena kalau kepala terguncang, rawan kambuh sakitnya.

Alhamdulillah dengan olahraga jalan kaki rutin selama tiga bulan, kadar trigliserida saya stabil di angka normal. Bonusnya berat badan saya turun sebanyak tiga kilogram. Semoga istiqomah dan konsisten berolahraga. Semoga sehat-sehat dan normal badan saya.

Wawang Yulibrata