Nyamankan Hatinya

Saat ini kita dihadapkan pada pilihan yang mungkin sebagian dari kita sulit untuk bisa menerima keadaan ini, atau bisa jadi butuh untuk beradaptasi terlebih dahulu

Seorang istri, ibu bagi anak-anaknya yang keseharian waktunya telah terprogram dengan sempurna setiap harinya, kapan harus mengantar anak sekolah, kapan harus belanja,  masak dll.

Kini berubah Total hehehe… Rumah jadi sekolah, sekolah jadi rumah, bahkan jadi kantor untuk para suami. Semua tumplek blek di rumah, ya …. Baiti Jannati.

Tentunya tidak mudah ketika harus mendapati anak yang seharusnya sudah diantar ke sekolah setelah itu sang bunda bisa mengerjakan pekerjaan tahap selanjutnya. Tapi Sekarang harus mendampingi sang buah hati untuk belajar di rumah, belum lagi yang bundanya tidak biasa untuk mendpingi anak belajar di rumah, atau bundanya sebagai pekerja.

Belum lagi menghadapi perangai mereka yang terbilang luar biasa, wah kalau para bunda tidak memiliki kemampuan mengendalikan emosi, tentunya bunda dan anaknya anak tidak nyaman berada di rumah.

Disaat stay at home ini betapa pentingnya peran rumah untuk mendukung peran anak agar menjadi pribadi yang berahlak mulia, tangguh, cerdas dan sehat

Membahas masalah ini tentunya sangat  menarik untuk kita cermati, sebagai orang tua karena  banyak ilmu di dalamnya.

Ayah bunda harus berhati hati untuk mensikapi kebiasaan baik sehari – hari yang biasa di alami ketika masa sekolah, kebiasaan baik ini harus terus di lakukan untuk bangun shalat subuh, melakukan persiapan untuk sekolah. Bila ini terlalaikan maka ayah dan bunda akan repot kemudian ketika anak harus kembali masuk kesekolah.

Apabila ada perlakuan terus menerus yang di lakukan dengan senang hati oleh anak ini akan membangun perilaku anak misalnya : selama stay at home setiap jam 08.00, anak main game, maka nanti setiap hari pada jam 08.00 anak akan main game. Nah tanpa kita sadari kita telah turut andil di dalamnya.

Begitupun terhadap bangun tidur kesiangan. Bila ini dilakukan terus menerus maka anak bangun kesiangan terus, untuk itulah para orang tua harus ektra perhatian untuk hal hal seperti ini.

Buatlah aktifitas aktifitas yang menyenangkan untuk anak

1. Hadirkan harga dirinya, beri penghargaan pada anak untuk membangun pengalaman emosi.

2. Berikan rasa penting atau manfaat misalkan : kalau kaka bangun pagi, kaka membuat ayah dan bunda bahagia sekali, anak akan bangun pagi karena dia bermanfaat membuat ayah dan bundanya bahagia.

Ada 3 cara membangun suasana rumah agar memunculkan kebiasaan baik pada anak

1. Membuat kegiatan yang membahagiakan anak. (joy activity)

2. Good Emosional Experience (memiliki pengalaman emosional yang baik)

3. Membiasakan Aktifitas anak yang terpuji

– Bangun kegiatan yang terus menerus atau kontiniutas

– Contoh dari orang tua. karena sejatinya anak sangat cepat dan mudah dalam mencontoh ayah bundanya.

Nubarnulisbareng/nurfahmi