NUBAR MEWUJUDKAN IMPIANKU

NuBar Mewujudkan Impianku

Kepiawaian menulis bukanlah karena sebuah bakat. Saya yakin semua orang bisa menulis selama memiliki kemauan. Kemampuan menulis akan muncul dengan sendirinya seiring dengan semakin banyaknya berlatih merangkai aksara. Ibarat pisau, semakin sering diasah maka akan semakin tajam.

Saya bukanlah orang yang memiliki keahlian menulis. Tapi suka baca karya para penulis hebat seperti Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, Habiburrahman El Shirazi, Sinta Yudisia, Tere Liye, Andrea Hirata, dan sejumlah penulis beken lainnya. Dari situ saya mempunyai keinginan untuk belajar menulis dan menghasilkan karya tulis yang bisa diabadikan, soalnya selama ini saya nulis dalam buku diary tapi selalu sad ending karena si Diary berujung dilahap si jago merah.

Tahun 2018 saya pertama kali ikut kelas menulis online dan tugas pertamanya adalah membuat ikrar. Dalam ikrar itu saya mengizinkan diri saya untuk menjadi penulis dan menerbitkan minimal satu buku. Saat mengerjakan tugas itu, saya berpikir itu hanya formalitas tugas belaka karena belum terpikir mau menerbitkan  buku di mana dan bagaimana caranya.

Titik baliknya saat saya kehilangan anak ketiga. Dalam hati kami, kehilangannya bukan berarti dia benar-benar pergi dari kehidupan kami, namun hanya berpindah tempat tinggal saja. Nah, saya ingin jejak kehadirannya walaupun sementara terdokumentasikan dan terabadikan dengan baik. Setelah diskusi dengan suami, langkah terbaik untuk mewujudkannya ya saya harus menulis.

Ceritanya saya nekat menuliskan kisahnya pada salah satu penerbit. Hanya sedikit kecewa setelah melihat hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Cetakan buku layaknya kertas fotocopy, masih banyak typo yang tidak diperbaiki (sepertinya tidak ada editing naskah lagi karena saya lihat plek ketiplek tulisan saya semua yang masih amburadul), udah gitu lay out tulisan juga kurang menarik. Sebanding sih dengan harga cetak yang ditawarkan, hehehe.

Di saat kekecewaan membadai dalam hati, saya membaca postingan di FB tentang nulis bareng yang diselenggarakan oleh penerbit Rumedia dengan PJ kak Litha. Judulnya “My Inspiration Idol“. Dengan modal nekat saya inbox Mbak Litha dan gabung dengan NuBar. Ini adalah NuBar pertama saya di Rumedia. Maa syaa Allah, saat buku terbit itu rasanya kayak mendapatkan oase di gurun Sahara. Apalagi selain buku ikut mendampingi juga piala dan sertifikat sebagai kontributor terbaik. Sebuah kejutan tak terduga, ternyata saya bisa.

Setelah itu, saya menjadi ketagihan  menulis antologi apalagi judul-judulnya selalu membuat hati mau dan mau lagi gabung. Untungnya ada peraturan satu kontributor maksimal boleh ikut hanya 2 event jadi saya tidak kalap dan tetap cermat memperhatikan biaya yang harus disiapkan.

Ini serius lho, saya benar-benar ketagihan menulis dan dengan PD-nya daftar menjadi PJ. Motivasi awal sih karena ingin nama saya yang tertera di cover buku sebagai penulis juga di ISBN nama author yang ditulis adalah nama PJ. Sempat ditanya kesiapan menjadi PJ oleh Mbak Rhea karena saat itu saya baru melahirkan anak keempat. Saya tahu Mbak Rhea bukan meragukan kemampuan saya tapi mengkhawatirkan saya tidak fokus karena disambi mengurus bayi.

Eh tapi hati saya tersentil lho, saya merasa tertantang dan ingin membuktikan dengan keterbatasan  gerak pasca lahiran Caesar, saya bisa menangani event dengan baik. Padahal sebenarnya deg deg-an juga sih, hahaha. Kemudian saya banyak belajar dari para PJ yang event-nya saya ikuti, bagaimana manajemen waktu, manajemen grup, dan semua hal terkait teknis sebagai PJ. Alhamdulillah event pertama lancar hingga buku terbit.

Kabar buruknya, saya ketagihan lagi menjadi PJ event. Walaupun masih sadar diri tidak ngoyo buat lebih dari satu event dalam satu bulan karena harus berbagi waktu dengan amanah yang lain, tapi saya bertekad akan membuat event satu judul per bulan dan menyelesaikannya sampai tuntas, Bismillah. Mohon doa dan support dari para master, semoga apa yang saya lakukan bernilai kebaikan buat semuanya.

Terima kasih Pak Ilham, Mbak Rhea dan seluruh jajaran penerbit Rumedia yang sudah mewujudkan mimpi saya bisa menerbitkan buku. Target di ikrar menerbitkan minimal 1 buku dan nyatanya sekarang kalau ditotal dengan yang masih on progress hampir 30 buku  antologi yang saya ikuti (ini hitungan termasuk dengan selain terbit di Rumedia walaupun 85 persennya diterbitkan di sana).

Untuk kalian  yang belum pernah ikut nuBar, hayu atuh, jangan sampai ketinggalan kereta. Lahirkan karya sebanyak-banyaknya untuk membuktikan bahwa kita hadir di dunia tidak dengan tangan hampa tapi meninggalkan jejak bermakna sehingga saat kelak harus meninggalkan dunia pahala kebaikan terus mengalir melalui tulisan-tulisan kita yang sederhana namun sarat makna.

Kalau mau kenalan lebih jauh dengan Rumedia, silakan buka channel
https://www.youtube.com/channel/UCnFVZAeu4LtjTEOgU9KuXFA Jangan lupa untuk like, subscribe dan klik tanda lonceng untuk mendapatkan info-info menarik berikutnya. Oh iya, kalian juga bisa baca tulisan saya yang lain di https://nubarnulisbareng.com/ dengan search nama “wina_elfayyadh”.

Oh iya, saya mau mengadakan give away beberapa buku saya yang sudah terbit. Mau kan mendapat buku gratis ditanggung pula ongkos kirimnya. Tunggu saja infonya di
https://www.instagram.com/wina_elfayyadh, biar tidak ketinggalan silakan follow dulu akunnya ya! Wait and see! Pokoknya tunggu tanggal mainnya!

Terima kasih.
Salam literasi.

_Wina Elfayyadh_

#Nubar
#NulisBareng
#Level2
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week3day2
#RNB016JABAR
#rumahmediagrup