NAKES BISA POSITIF COVID?

Pertanyaan itu yang sering aku dengar. Kebanyakan orang merasa bahwa nakes itu sudah menggunakan proteksi ganda mungkin super proteksi. Lantas mengapa nakes masih bisa positif covid?

Yang paling utama adalah masih banyak orang yang menganggap covid itu penyakit tabu sehingga ketika seseorang menduga dirinya terkena virus covid, ia enggan mengakuinya. Ia tetap berobat dengan menutupi kenyataan gejala yang mengarah ke diagnosa positif covid.

Alhasil, pelayanan rumah sakit mulai dari pendaftaran, perawat yang melakukan tensi dan timbang hingga dokter yang ditemuinya. Semua hanya melakukan standard biasa, tanpa APD karena pihak rumah sakit berpikir ini adalah pasien konsultasi biasa.

Barulah ketika hasil pemeriksaan radiologi keluar, semua dikejutkan dengan gambaran paru yang dihasilkan. Kecolongan begitulah para nakes memberi istilah. Semua yang terpapar hanya bisa harap-harap cemas. Berharap 5 hari kemudian ketika tes PCR tidak keluar hasil pasitif.

Berhentilah self denying! Over PD mu itu, menyakitkan dan merusak sekitar. Ketika keadaanmu kurang sehat, cobalah menjaga orang-orang di sekitarmu.

Begitu banyak edukasi mengenai covid. Dimulai dari gejala dan penanganan serta pencegahan. Harusnya, ketika gejala yang kita rasakan mengarah ke covid. Kita bisa legowo melakukan tes PCR secara mandiri agar dapat mengambil sikap terbaik. Bila hasil positif, lakukan isolasi mandiri atau ke rumah sakit jika keadaan payah. Namun kalau hasilnya negatif, silahkan lanjutkan kehidupan normalmu.

NubarnulisbarengR/Fauzie