Nak, Ramadhan Itu …

Sore ini saat duduk di teras depan rumah. Semilir angin segar menghembuskan udaranya seakan-akan membawa kabar bahagia, jika Ramadhan akan segera tiba. Suara murottal dari menara masjid seakan menambah suasana menjadi syahdu. Ah, Ramadhan, rasanya sudah tak sabar menunggu kedatanganmu.

Ramadhan tiba…
Ramadhan tiba…
Tiba-tiba Ramadhan…
Tiba-tiba Ramadhan…
Suara anak-anak menyanyi membuyarkan lamunanku.

“Ummi, sebentar lagi puasa ya?” Tanya Rohiq bersemangat sambil duduk di pangkuanku.
“Wah, nanti kita akan bersama-sama salat tarawih di masjid ya, Ummi?” Tanya Haziq yang langsung duduk di sampingku.
“Ya tidaklah. Salatnya di rumah saja. Sekarangkan lagi ada Corona.” Tiba-tiba suara Tsaqifa menyahut dari dalam rumah.
“Apa benar yang dikatakan Mbak Qifa, Ummi?” Tanya Rohiq dan Haziq berbarengan.
“InsyaAllah, kita nanti bisa salat tarawih berjamaah. Di masjid atau pun di rumah, tetap berpahala dan juga tetap meramaikan bulan Ramadhan dengan amalan-amalan shalih. Semoga kita nanti bisa mengisi bulan Ramadhan ini dengan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Mas Haziq dan Dik Rohiq nanti puasakan?” Ku pandangi wajah mereka dengan penuh haru. Mereka sangat bersemangat menyambut Ramadhan tahun ini.

“Iya Mik, InsyaAllah puasa.” Jawab mereka bersemangat. Setelah itu, mereka berdua berlari masuk ke dalam rumah. Tinggal aku yang masih berada di luar menikmati sang mentari yang sebentar lagi naik ke peraduannya.

Hati kecilku berkata…
Nak, Ramadhan kali ini berbeda dengan Ramadhan sebelumnya. Meski kedatangannya sama atas kehendak Yang Maha Kuasa. Namun situasinya yang membuat suasana Ramadhan jelas akan berbeda.

Nak, Ramadhan akan datang menyapa kita. Mengajak kita untuk memasukinya. Tentunya harus dengan hati yang gembira dan penuh suka cita. Bersemangat mengisinya dengan amalan-amalan yang mendatangkan keberkahan dan pahala berlimpah.

Nak, Ramadhan adalah milik kita. Meski ia datang di saat situasi yang sangat sulit untuk kita menyambutnya. Namun, kita tak boleh menyerah. Dengan segenap kemampuan yang ada, Ramadhan harus tetap berjalan sama seperti Ramadhan-ramadhan sebelumnya.

Nak, ada satu hal yang lebih kita harapkan dari Ramadhan kali ini. Meski ia datang di saat kondisi yang serba sulit. Namun kedatangannya, adalah awal dari harapan baru untuk tegaknya agama kita. Dengan berbagai ujian yang ada, akan terlihat mana mukmin yang kuat dan mana mukmin yang lemah.

Nak, mukmin yang kuat akan mampu melewati masa-masa ini. Perubahan besar akan segera dihadirkan olehnya. Tegaknya syariat Islam di tengah wabah Corona yang melanda semua negeri. Ingatlah, di balik setiap musibah pasti tersimpan rahasia besar yang hanya akan diketahui dan dirasakan oleh mereka yang kuat keyakinannya terhadap janji dari Allah Swt dan Rasul-Nya.

Nak, rasakan…semilir angin segar Ramadhan sudah semakin terasa oleh kita. Mari kita bersama ucapkan, “Marhaban ya Ramadhan, semoga engkau benar-benar jadi milik kami.”

Rumahmediagrup/ummutsaharo/ummuhanik