Naik Kelas, Yuk!

Naik Kelas, Yuk!

Allah terus menguji hamba hingga meningkat derajatnya. Seperti halnya guru menguji muridnya sampai naik kelas. Bukan karena benci, akan tetapi bukti sayang.

Siapa yang mau disayang? Tentu semua akan mengangkat tangan. Yang perlu disadari, sayang itu tak selalu dengan memberi semua yang diminta. Sebaliknya, sayang itu mengerti yang terbaik bagi yang disayang. Memberi kebutuhan, bukan keinginan.

Siapa yang siap dididik dan diuji? Hanya orang-orang terpilih yang mau berlelah-lelah. Dunia memang ladang bertanam. Akhirat baru menuai. Di sini, idealisme akan teruji. Bukan hal yang bisa disepelekan dan diremehkan.

Ujian hidup memang tak ada habisnya. Tamat kalau Allah tutup usia kita. Kehidupan untuk berjuang dan berlelah-lelah. Dinikmati hasilnya ketika menjejakkan kaki di surga-Nya. 

Sebagaimana para pendahulu yang shalih saat menjalani hidup, kita mengambil intisari bahwa ujian itu bukti cinta Allah. Semakin tinggi cinta maka ujiannya semakin berat. *Ini namanya naik kelas.* 

Takdir pasti terbaik menurut Allah. Mengimani dan menjalani dengan kunci syukur dan sabar.

Sungguh indah kala mensyukuri setiap detik kehidupan. Bersyukur karena Allah masih tancapkan keimanan di dada. Memasrahkan jiwa dan raga, tawakal. Sabar menjalaninya dengan taat beribadah dan menjauhi maksiat.

Hidup memang ujian kenaikan kelas di mata Allah. Daripada berkeluh kesah dan menghujat keadaan, ayo tingkatkan keimanan dan kepasrahan dengan terus berusaha maksimal. Mau naik kelas, kan?

***

Citraamatullah

#Nubar

#motivasi