MY 10+1

Part 1

Tak pernah terbesit dalam pikiranku bahwa aku akan mengalami isolasi mandiri. Positif covid 19, bukan hal yang diharapkan. Sungguh hal yang sangat aku jaga jangan sampai terjadi.

Takdir berkata lain, tes PCR menyatakan kalau aku positif covid 19. Begitu pula dengan seluruh anggota keluarga di rumah. Mau tak mau, kami satu rumah, sudah pasti kontak erat.

Aku kebetulan yang terakhir menunjukan gejala. Alhamdulillah, jadi aku bisa merawat mama, suami dan anak terlebih dahulu di rumah. Setelah mama hilang gejala dan berangsur pulih, barulah aku menunjukkan gejala.

Hari pertama, aku merasakan sakit kepala yang terus menerus. Untuk menengok pun harus memejamkan mata kalau tidak daerah sekitar mata akan terasa sakit. Selain itu tulang-tulang pun terasa linu. Hampir mirip dengan gejala thypus, kira-kira itulah gambarannya.

Hari ketiga, indera perasa mulai terganggu. Semua makanan hanya terasa asin. Tidak ada makanan enak, hanya manis yang bisa dirasa tapi justru itu yang harus dihindari.

Kenapa menghindari makanan manis? Karena virus ini hidup makmur bersama gula. Jadi aku menghindari manis, mengurangi nasi dan karbo yang mudah berubah menjadi gula. Banyak makan sayur dan protein itu lebih baik.

Selain obat dan vitamin dari dokter, aku meminum suplemen yang dikirim kakakku. Meminum air rebusan daun sirih dan air rebusan jahe, kunyit, sereh ditambah jeruk nipis. Adalagi yang aku minum untuk mengurangi batuk, yaitu campuran jeruk nipis dan madu.

Ya gejala batuk muncul di hari ke empat.Batuk kering yang sangat mengganggu. Kalau sudah datang batuknya, rasanya ingin merogoh dengan tangan saja ke dalam paru-paru. Seperti ada yamg ingin lepas tapi sulit.

Besambung.

Nubarnulisbareng/Ria Fauzie