Mudik Pertama Faiq di Tengah Polemik

Mudik Pertama Faiq di Tengah Polemik

Ramadan kali ini terasa berbeda. Setelah tahun kemarin menikmati dengan penuh perjuangan membersamai almarhum yang kini sudah tenang di surga-Nya, insya Allah. Tahun ini Allah izinkan kembali menikmati Ramadan dengan penggantinya almarhum. Faiq.

Semua terasa berbeda di tahun ini. Ini mudik pertama Faiq, namun penuh polemik. Apalagi saat wapres meminta MUI untuk mengeluarkan fatwa haram untuk mudik.

Dilema. Ketiga Om-nya Faiq sekarang pun tidak bisa mudik karena ada beberapa temannya nekad bersembunyi di bagasi mobil tetap ketahuan pak polisi sehingga harus putar balik ke kontrakan.

Beda cerita dengan Faiq. Sejak seluruh siswa diharuskan belajar di rumah, kami sekeluarga pulang kampung mengingat nenek buyutnya Faiq sudah udzur dan kondisinya sudah tinggal “menunggu waktu”. Saat itu, semua anak cucu yang ada di perantauan diminta pulang khawatir uyut akan “tiba saatnya”.

Setelah 2 minggu di kampung menjalani masa karantina mandiri, barulah kami berani mengunjungi keluarga yang lain yang masih tinggal berdekatan. Oh iya, kami sempat menjadi orang yang “dipantau” terus menerus karena diketahui tempat domisili sudah termasuk zona merah.

Alhamdulillah kami semua sehat dan tidak ada yang mengkhawatirkan. Sempet ada perasaan takut jika salah satu dari kita termasuk yang “carier” tapi alhamdulillah seiring waktu terbukti bahwa kami baik-baik saja.

Jadi walaupun penuh polemik tapi Faiq family sudah curi start duluan, jadi ga kena pasal pelarangan mudik. Eh, tapi kan kata pak Jokowi kalau pulang kampung boleh kok, jadi ga masalah dong kalau kita pulang kampung soalnya pulangnya kan sebelum Ramadan.

Kabar gembira lain yang tak henti-hentinya kami syukuri adalah keterampilan motoriknya Faiq semakin meningkat. Dia kini sudah mahir berjalan di usianya tepat 14 bulan. Hanya saja, saya mulai kewalahan karena lagi seneng-senengnya jalan, otomatis emaknya jadi banyak jalan juga. 😂

Begitu cerita mudiknya Faiq. Bukan melanggar aturan pemerintah. Tapi menurut hemat saya, jika kondisi sehat, tidak ada indikasi sakit maupun indikasi “carier” maka pulang kampung eh mudik boleh saja. Kecuali jika kondisi sakit dan mengkhawatirkan akan membawa dampak ke orang sekitar lebih baik tidak mudik dulu.

rumahmediagrup/wina_elfayyadh