Milh (Garam)

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah. “Raja lauk-pauk kalian adalah garam.” Dikatakan sebagai ‘raja’, karena bisa memperbaiki kualitas dan bisa memantapkan rasa. Karena banyak lauk pauk hanya bisa menjadi lezat bila dicampur dengan garam.

Dalam Musnad Al-Bazzar disebutkan:
“Kalian di tengah masyarakat ini tak lama lagi akan seperti garam dalam makanan. Makanan itu tidak akan enak tanpa garam.”

Disebutkan oleh Al-Baghawi dalam Tafsir-nya dari Abdullah bin Umar :
” Sesungguhnya Allah menurunkan empat berkah dari langit ke bumi: Besi, api, air, dan garam.”

Ada juga hadits yang senada.
Garam memang bisa menambah kualitas tubuh manusia dan kualitas makanan mereka, bahkan bisa menambah kualitas segala sesuatu yang dicampurkan dengannya, seperti emas dan perak. Sebabnya adalah karena garam mengandung energi yang membuat emas semakin kuning dan perak semakin putih berkilat. Garam mengandung unsur pembersih, unsur pengemulsi, penghilang lendir , penyerap dan unsur yang memperkuat tubuh serta mencegah bau busuk dan kerusukan. Berkhasiat juga mengobati kudis bernanah.

Bila digunakan untuk cela, bisa menghilangkan daging berlebih pada mata, bisa melenyapkan kotoran kuning. Garam inggris lebih baik lagi untuk tujuan ini. Bisa juga untuk mencegah koreng agar tidak menyebar. Bisa juga melancarkan buang air besar. Kalau dioleskan ke perut orang yang terkena busung lapar, niscaya berkhasiat. Bisa juga membersihkan gigi atau menghikangkan bau gigi, menguatkan dan mengokohkan gusi. Dan masih banyak sekali.

(Sumber : Metode Pengobatan Nabi. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)