Mikir, Bukan Mangkir!

1 Februari dinyatakan sebagai hari no hijab, artinya ada seruan 1 hari untuk tidak menutup aurat bagi kaum perempuan, aku menganggapnya ini merupakan kegilaan international, mereka mengusung sebagai hari kebebasan.
Sekali lagi ku katakan ini adalah kemunduran cara perpikir di zaman milenial yang dikenal canggih tekhnologinya tetapi membuat oleng pemikiran sebagian orang dalam mengimani ajaran islam.

Kewajiban menutup aurat secara sempurna telah diwajibkan Alloh dalam firman-Nya:

يأيها ٱلنبي قل لأزوجك وبناتك ونسآء ٱلمؤمنين يدنين عليهن من جلبيبهن ذلك أدنى أن يعرفن فلا يؤذين وكان الله غفورا رحيما (الأحزاب: 59

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal itu membuat mereka lebih mudah dikenal (sebagai para wanita muslimah yang dihormati dan merdeka) sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
(QS. al-Ahzab ayat: 59)

Dan Alloh tidak memaksakan ayat tersebut bagi seluruh wanita di muka bumi ini, kecuali bagi mereka yg mengaku kaum muslim/mukmin saja. Saat Alloh memerintahkan dengan tegas seharusnya sebagai manusia yang mengimani ke kuasaan-Nya wajib mentaati, artinya kita itu sangatlah kecil di mata Alloh, bisa dibilang “elo itu siapa sih, kok belagu banget. Sekali sentil bisa habis.”

Peringatan one day no hijab, seakan-akan memberikan pesan;

“Yuk maksiat bareng-bareng. Gak apa-apa buat seru-seruan aja”

Naudzubillahi mindzalik! jangan sampai diri kita atau anak dan saudari-saudari kita tergiur untuk ikut merayakannya. Menentang aturan Alloh berarti sama halnya,

“Yuk kita perang melawan Alloh, seru-seruan rame-rame masuk neraka.”
Serius itu bagiku tidak lucu! Mengerikan bahkan lebih parah dari sekedar menonton filem horor yang paling seram, gaes!

Andaikan saja para wanita itu mengerti bahwa Alloh mengangkat derajat kaum wanita untuk menjadikan diri mereka lebih mulia dengan berbagai aturan yang sudah ditetapkan, sesungguhnya mereka atau kita sebagai wanita wajib merasa bersyukur karena akan terhindar dari keburukan dunia dan akhirat.

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Artinya: “ Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (Q.S.Al- A’Raaf:26)

Jangan ikuti seruan orang-orang yang Blo’on! Karena itu akan menghancurkan diri kita sendiri, bisa dengan mudahnya tertawa lepas padahal tanpa mereka sadari mereka sedang menghinakan dirinya di akhirat nanti!

Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, Rasulullah sendiri telah diperlihatkan betapa pedihnya hukuman wanita tidak berjilbab di akhirat akibat banyak mengumbar aurat di dunia atau ciri-ciri wanita penghuni neraka.

Mulai dari wanita menangis sambil meminta pertolongan tetapi tiada yang sanggup membantu karena berhias bukan untuk suaminya, wanita tergantung pada rambutnya dan otaknya menggelegak dalam periuk akibat tidak menutup auratnya (rambut), wanita yang mukanya hitam dan memamah isi perutnya sendiri akibat mengoda dan mengairahkan lelaki, hingga Wanita dibelenggu dengan api neraka, mulutnya terbuka luas, keluar api dari perutnya akibat menjadi penyanyi dan tidak sempat bertaubat.
(Dalamislam.com)

Sungguh Allah telah memberikan peringatan akan siksa neraka bagi wanita yang membuka aurat. Mungkin bagi sebgaian orang, membuka aurat bukanlah hal yang penting, tapi sebenarnya membuka aurat juga membuka jalan zina dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:

“Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah saya lihat keduanya itu: pertama: Kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pakai buat memukul orang (penguasa yang kejam); kedua: Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang, yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan mencenderungkan orang lain kepada perbuatan maksiat, rambutnya sebesar punuk unta. Mereka ini tidak akan boleh masuk syurga, serta tidak dapat akan mencium bau syurga, padahal bau syurga itu tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian.” (HR. Muslim)

Jadi gunakanlah akal, bukan karena takut dituding radikal akhirnya menanggung sesal!

rumahmedia/lellyhapsari

One comment