Merayakan Idul Fitri di Tengah Pandemi

Sumber foto: Google edit by Meitu

Sungguh memprihatinkan bagi semua umat beragama di seluruh dunia khususnya umat Islam pada Hari Raya Idul Fitri, karena masa pandemi belum berakhir pada tahun kedua ini. Tentunya hari yang suci ini sudah dinanti-nantikan untuk dapat bermaaf-maafan dan silaturahmi dengan keluarga besar. Tetapi masa pandemi melarang pertemuan keluarga dan mudik.

Tidak mudah bagi kita untuk menerima suatu perubahan. Tetapi kembali pada mengubah mindset untuk selalu berpikir positif. Bagi umat muslim khususnya dihari suci ini bisa mendekatkan diri secara pribadi dengan Tuhan walaupun di rumah.

Terasa lebih khusyuk saat tidak bisa beribadah di masjid. Pastinya selalu ada hikmah dibalik masalah yang di luar pikiran manusia. Buat seluruh umat beragama di dunia juga merasakan tidak bisa berdoa di tempat ibadah masing-masing.

Kalau kita mau lebih peka di masa pandemi ini, walaupun tidak bisa beribadah di tempat ibadah, tentunya tidak memadamkan semangat untuk berdoa. Masih banyak yang bisa kita lakukan walaupun banyak batasan-batasan yang sekaligus membuat kita bisa menahan hawa nafsu.

Seperti makna dari puasa selama masa Idul Fitri, menahan hawa nafsu dengan menahan lapar dan dahaga serta keinginan duniawi lain. Lebih berarti lagi kalau kita bisa mengolah emosi. Menahan keinginan marah dan emosi lainnya.

Semoga dengan keadaan darurat yang diluar kemampuan kita ini, mengajar kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dengan lebih sungguh. Sebagai umat Katolik, aku salut pada saudaraku umat muslim dengan cuaca yang sangat panas akhir-akhir ini masih bisa bertahan menjalankan ibadah puasa.

Dengan sepenuh hati aku mengucapkan selamat atas hari kemenangan di Hari Raya Idul Fitri 13 Mei 2021. Mohon maaf lahir dan batin terutama bila sekiranya ada salah kata pada tulisanku ini. Hanya ini persembahanku tentang Idul Fitri karena keterbatasan pengetahuanku.

The Power of Thinkingđź’–

The Power of Forgivenessđź’–

Wenny Kartika Sari