Menulis Sembari Ngantri? Kenapa Tidak?

Kuambil nomor antrian. Nomor 37. Padahal masih pagi sekali. Sembari duduk_dan pastinya sudah cuci tangan, kubuka telepon selulerku. Ratusan chat grup sudah menanti untuk dibaca. Termasuk ultimatum founder yang katanya akan di-outkan bila tulisan tidak sampai memenuhi target sesuai kesepakatan ๐Ÿ˜‰.

“Jangan teriakkan eforia kemenangan sebelum melewati garis finish, karena kita tidak akan tahu persis apa yang mungkin terjadi di detik-detik terakhir”

Aku terusik dengan sebuah tulisan diberanda teman sembari menunggu antrian di salah satu lembaga keuangan. Kucoba memaknai arah tulisannya dan kukaitkan dengan beberapa berita yang sedang viral di daerahku.

Segerombolan anak SMA/SMK dipulangkan karena melakukan aksi coret-coret di salah satu tempat wisata. Sontak saja berita itu menjadi trending topik yang sampai ratusan kali dibagikan ulang oleh pengguna akun media sosial.

Bagaimana tidak, di tengah situasi merebaknya wabah Covid-19 saat ini, ditengah gencarnya pemerintah mengkampanyekan agar masyarakat tinggal di rumah saja, bahkan di saat semua sekolah mengharuskan siswanya untuk belajar di rumah, mereka malah asyik berpesta ria, melepas masa seragam putih abu-abunya di lokasi wisata. Iya kalau mereka lulus, kalau tidak? Bagaimana jika mereka akhirnya tertular oleh wabah yang sungguh tidak kita harapkan itu?

Dalam hal ini peran orang tua tentunya sangatlah penting dalam mengawasi anaknya demi mendukung upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran wabah ini.

Mari kita dukung, mari kita kampanyekan, mari kita lakukan yang terbaik semampu kita untuk menjadikan negeri kita sehat kembali. Alangkah lebih mulianya jika kita jadikan biaya untuk hura-hura itu menjadi sedekah bagi masyarakat yang lebih membutuhkan disaat seperti ini. Bukankah berbagi itu indah?

“Jangan teriakkan eforia kemenangan sebelum melewati garis finish, karena kita tidak akan tahu persis apa yang mungkin terjadi di detik-detik terakhir”

Nah…. Jadi deh tulisannya๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š(Diedit dari note selama antri)

RumahMediaGrup_Nubar/MaySilla