Menulis Buku Semudah Menulis Status

Sahabat FB dan sahabat NuBar semuanya, hari ini saya izin tag lagi untuk memenuhi syarat challenge menulis yang sedang saya ikuti. Terima kasih bila berkenan untuk membaca juga.

Saya pernah mengungkapkan bahwa menulis buku itu tidak sulit. Silakan baca dulu ulasan sebelumnya di sini.

Di sana, sekilas saya ungkapkan ada trik dari Pak Deejay yang ilmunya kece badai yakni 9 langkah mudah untuk menulis sebuah buku. Apakah ada yang sudah buka channel NuBar Pro-nya? Kalau belum tidak apa-apa, mari kita buka bareng-bareng sekarang . Mudah kok, tinggal klik saja link ini.

Hayo, ada yang kepo nggak? Oke deh, saya lagi berbaik hati jadi mau bocorin dikit, tapi teman-teman kalau mau lebih faham langsung di channel NuBar Pro sesuai link di atas. Jangan lupa tinggalkan jejak di sana ya, boleh klik tanda jempol, tanda lonceng, maupun klik subscribe. Lebih baik lagi kalau langsung dishare agar semakin banyak yang merasakan manfaat ilmunya.

Eh, kapan mulainya ya? Yuk ah kita kemon! Oh iya, teman-teman, yang sedang kita bahas adalah buku nonfiksi. Kata Pak Deejay, kalau mendengar kata buku non fiksi jangan membayangkan buku yang berat, karena semua buku baik fiksi maupun nonfiksi mudah ditulisnya.

Apa saja yang termasuk buku non fiksi? Dilansir oleh www.kelaspintar.id, banyak ragam buku nonfiksi seperti biografi dan ensiklopedia, buku pelajaran buku-buku hasil penelitian, sejarah, sains, kesehatan, dan tips juga masuk ke dalam kategori buku nonfiksi.

Oke, kita kembali ke 9 langkah tadi yuk!

Langkah pertama, menentukan tema dan ide. Tentu saja ini adalah hal yang paling penting karena yang kita tulis bukanlah buku diary yang isinya curahan hati kita.

Kedua, membandingkan buku sejenis. Nah, ini juga penting. Pasangan menulis adalah membaca. Jadi dengan membaca dan membandingkan buku sejenis kita bisa menuliskan hal baru dan berbeda dari buku yang sudah ada.

Ketiga, mencari sumber Pustaka. Karena kita berbicara buku non fiksi, maka sumber pustaka sangat diperlukan.
Keempat, membuat mind mapping.  Kelima, membuat outline/kerangka tulisan.

Keenam, gaya menulis. Untuk hal ini, setiap penulis punya gaya masing-masing, jadi tetap percaya diri, jangan terpengaruh dengan gaya penulisan orang lain karena kita mempunyai gaya khas tersendiri.

Ketujuh, membuat jadwal. Pepatah “luangkanlah waktu untuk menulis, jangan menulis di waktu luang”. Tapi saya sendiri merasakan sangat efektif saat menentukan satu waktu khusus buat menulis. Sekarang malah terasa ada yang hilang saat jadwal menulis terlewatkan.

Kedelapan, self editing. Ini merupakan hal yang tak kalah penting juga. Jangan berpikir, ” Ah, kan ada editor.” Selalu berupaya mengirimkan naskah yang ramah editan, meminimalisir typo, penggunakan tanda baca, huruf kapital, dan ketentuan lain yang tercantum dalam PUEBI.

Terakhir, mengirimkan naskah. Wo iya, kalau tulisanmu mau diterbitkan, naskahnya harus dikirimkan. Sampai semut bisa bicara juga tulisan kalian nggak akan terbit kalau hanya disimpan di laptop. Mending kalau laptopnya baik-baik saja. Lha kalau laptopnya tiba-tiba error dan datanya hilang tanpa sempat back up, ya wassalam.

Itulah tadi sedikit ulasan tentang 9 langkah menulis buku nonfiksi. Semoga bermanfaat.

Pesan sponsor, jadilah penulis yang berkualitas. Jika konten sudah top markotop maka tata cara penulisan pun harus top juga. Jangan sampai konten sudah oke tapi cara penulisan berantakan dan tidak enak dibaca.

Banyak cara untuk belajar, baik yang berbayar maupun yang tanpa harus mengeluarkan uang. Salah satunya bisa belajar di channel NuBar Pro.  Silakan teman-teman bisa belajar di mana pun dan kapan pun.

_Wina Elfayyadh_

#Nubar
#NulisBareng
#Level3
#BerkreasiLewatAksara
#menulismengabadikankebaikan
#week4day3
#RNB016JABAR
#rumahmediagrup