MENJADI DEWASA ITU HARUS

Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan. Sering mendengar kalimat tersebut? Kedewasaan seseorang tidak dapat diukur dari seberapa tua dirinya. Karena ada orang yang usianya masih muda, tapi perilaku dan pemikirannya sudah dewasa. Ada yang usianya sudah tua tapi pikiran dan perilakunya masih terlihat seperti anak-anak.

Ya, menjadi tua adalah hal yang memang akan dialami setiap manusia, kecuali jika tutup usia dimasa muda. Heheā€¦ Menjadi dewasa itu pilihan, apakah seseorang memutuskan akan tetap terjebak dalam jiwa masa kecil atau memilih untuk menjadi dewasa. Itu kembali ke pilihan masing-masing. Namun menjadi dewasa itu lebih tepatnya menjadi suatu keharusan.

Awalnya, saya begitu senang jika dianggap sebagai anak kecil yang tentunya menuntut untuk dimengerti, diperhatikan, diberi, dimanja layaknya anak-anak. Begitu tak suka dan malunya saat disebut dewasa.

Ternyata semua itu terjadi karena memang ada jiwa masa kecil yang masih membutuhkan perhatian orang dewasa dalam diri saya. Ada ruang-ruang kosong didalam jiwa yang belum terpenuhi kebutuhannya. Sehingga mengakibatkan saya lebih suka bertingkah kekanak-kanakan dalam banyak hal.

Namun, setelah berusaha untuk mengasuh diri sendiri. Saya berusaha tidak lagi menuntut lingkungan sekitar untuk selalu memahami dan memenuhi kebutuhan jiwa. Perlahan mulai menuntun ‘anak’ dalam diri yang masih terjebak dalam tubuh orang dewasa (dalam hal ini dewasa secara biologisnya) untuk bertumbuh menjadi dewasa (jiwa, perilaku dan pemikirannya). Mulai ada perasaan tidak nyaman dalam diri saat lingkungan menganggap saya kekanak-kanakkan. Mulai ada rasa ingin mengambil tanggung jawab atas amanah yang telah diberikan kepada diri.

Apalagi sudah memiliki anak. Kedewasaan orangtua dalam mengasuh dan membersamai ananda sangat dibutuhkan untuk membangun pondasi dalam diri anak supaya mempunyai kedewasaan sesuai tahapan usianya. Saat itulah saya memutuskan harus terus belajar dan tumbuh menjadi dewasa. Dewasa secara mental dan pola pikir.

Jadi kapan anda memutuskan untuk dewasa?