MENGGIRING AWAN (Puisi)

MENGGIRING AWAN
(Ida Saidah)

MENGGIRING AWAN
(Ida Saidah)

Sehari pasca si jago merah melahap apa yang ia suka di pasar Ciranjang
Hari belum hendak malam
Namun mentari entah ke mana pergi
Redup hawa terasa menyengat
Bulir-bulir peluh merembes dari setiap pori
Ini baru Agustus bukan waktunya hujan
Awan berarak mengikuti angin ke mana ingin pelesir

Hujan air mata warga pasar Ciranjang belum kering
Peristiwa enam tahun lalu terulang kembali
Sementara Novel Corona masih angkuh bertahta
Kami coba bersahabat dengan pandemi


Kami dapat teguran bertubi-tubi
Tanda apa ini Tuhan
Titah dan larang-Mu telah kami patuhi
Apa karena terlalu asik menggiring awan
Hingga tempat kami berpijak kotor tiada keruan

Ciranjang, 10 Agustus 2020

https://nubarnulisbareng.com/Menggiring Awan-ida-saidah/