Mengenal Penyakit Lupus

Sumber foto: Google

Berkaitan dengan hari ini yang merupakan Hari Lupus Sedunia tepatnya 10 Mei, aku ikut berpartisipasi dengan menulis tentang Lupus. Sungguh suatu anugerah terindah dalam hidupku kalau mengingat aku bisa berhasil melewati ujian berat untuk sembuh dari Lupus dari tahun 2004. Penantian yang sangat lama bagiku bisa lepas obat setelah 7 tahun kemudian yaitu tahun 2011.

Lupus adalah penyakit autoimun yang menyerang imunitas tubuh sendiri. Jenis autoimun bermacam-macam salah satunya yang kuderita yaitu Lupus. Selain itu ada juga Remathoid Artritis (RA), yang gejalanya seperti Rematik. Cukup rumit penyakit kelainan darah ini dengan banyaknya jenis yang tidak perlu kusebutkan, karena yang terpenting adalah bagaimana caranya bisa sembuh dari penyakit mematikan ini.

Lupus terkenal dengan penyakit 1000 bayangan, karena gejalanya hampir sama dengan penyakit lain rematik contohnya. Tetapi orang yang sakit rematik belum tentu autoimun. Pada sebagian orang ada juga yang terkena di bagian kulit yang ruam-ruam, tetapi banyak yang sampai menyerang organ penting yaitu jantung, paru-paru, ginjal dan syaraf pusat.

Biasanya yang sampai menyerang organ penting karena sudah stres berat setelah mengetahui terkena Lupus. Lupus adalah jenis yang paling sering diderita banyak orang terutama perempuan. Laki-laki ada juga yang terkena Lupus tetapi prosentasenya sedikit yaitu sekitar 20% menurut dokter specialis darah.

Banyak orang bertanya-tanya apakah Lupus menular? Tentu tidak, karena penyakit ini disebabkan oleh sel yang menyerang sel tubuh sendiri (kekebalan tubuh). Seperti penyakit kanker disebabkan oleh sel, tetapi Lupus bukan sejenis dengan kanker.

Akhir-akhir ini sangat memprihatinkan karena anak-anak dan remaja sudah banyak yang terkena. Termasuk laki-laki, ada beberapa yang konseling denganku. Setelah aku sembuh dari sakit Lupus, aku mulai mengamati dari pengalamanku sendiri dan orang-orang yang sakit.

Penyebab terbesar adalah stres berat dan trauma. Setelah banyak yang mengeluh, aku selalu bertanya, “Adakah kemarahan terpendam dengan orang tua?” Awalnya selalu dijawab tidak. Aku menyarankan untuk berdoa sesuai keyakinan masing-masing untuk mohon petunjukNya.

Ternyata benar! Sikap orang tua terhadap anak waktu kecil banyak dengan kekerasan, baik dari kata-kata maupun kekerasan fisik. Luka batin penyebab semua penyakit terutama Lupus.

Aku sendiri bisa sembuh dari Lupus karena penyembuhan luka batin. Sudah rutin minum obat sampai 7 tahun itu tidak ada perkembangan kesembuhan yang berarti. Bahkan dokter yang menanganiku waktu itu sudah angkat tangan karena trombosit sering menurun drastis dan resiko pendarahan.

Kelanjutannya bagaimana aku bisa sembuh dari Lupus bisa di baca di web http://jogjalupuscare.com/karya-odapus/lupus-bisa-sembuh/2018/10/

Besok aku tuliskan lagi lebih jelas dengan judul Lupus Bisa Sembuh.

Bersambung…

The Power of Thinkingđź’–

The Power of Forgivenessđź’–

Selamat Hari Lupus Sedunia 10 Mei 2021. Semoga para penderita Lupus diberi kekuatan untuk sembuh kembali. Doaku menyertai kalian semua.

Wenny Kartika Sari