Mengenal OCD sebagai Efek Samping COVID-19 dan Cara Mengatasinya – Bagian 1

Belakangan ini saya merasakan kulit tangan terasa lebih kering dari biasanya. Kulit tipis yang menyelimuti telapak tangan ini terasa lebih tegang dan tampak keriput. Saya memang jarang menggunakan lotion pelembab tangan ketika di rumah. Tapi biasanya, tanpa lotion pun tangan saya baik-baik saja. Saya bertanya-tanya dalam hati, apa ya penyebab tangan saya jadi kering dan kisut begini?

Ah, saya ingat!

Mengoleskan lotion di tangan menjadi salah satu cara untuk menjaga kelembaban tangan

Mengoleskan lotion di tangan menjadi salah satu cara untuk menjaga kelembaban tangan

Belakangan ini saya sangat sering cuci tangan. Dalam waktu satu jam, saya bisa cuci tangan hampir sepuluh kali. Apalagi jika habis memegang suatu benda yang menurut saya kotor. Contohnya saat menuang air panas dari panci ke bak mandi anak-anak, saya menggunakan lap kain agar tidak terasa panas. Setelah memegang lap kain itu, saya cuci tangan. Setelah itu, misalnya, saya ingin makan. Saya buka tutup magic com untuk mengambil nasi. Tutup lagi magic com, lalu cuci tangan, ambil sendok, cuci tangan, baru deh makan.

Biasanya sih hanya pakai air kran. Tapi, kali ini mencuci tangan dengan air kran saja menurut saja tidak cukup. Saya harus memakai sabun cuci tangan. Begitu berulang-ulang sampai saya sebenarnya capek juga. Kok rasanya sekarang ini mau ngapa-ngapain musti cuci tangan, sih?

Bisa dibilang ini adalah efek samping dari menyebarnya COVID-19 di Indonesia. Kenapa saya bilang efek samping? Ini berawal dari informasi tentang cara untuk memutus rantai penyebaran virus Corona adalah dengan rajin mencuci tangan dan menjaga kebersihan diri. Salah satu yang memotivasi saya untuk cuci tangan adalah instagram story dr. Gia Pratama (penulis novel Perikardia).

Instagram story dr. Gia Armanda

Instagram story dr. Gia Pratama

Dalam instagram story-nya, beliau menyampaikan bahwa salah satu cara untuk mencegah virus Corona adalah setiap hari kita harus makan buah dan sayur, tidur yang cukup, minum air putih hangat yang cukup, olahraga di rumah sampai berkeringat, usahakan terkena sinar matahari pagi, dan jika keluar rumah jangan lupa cuci tangan. Kata cuci tangan diulang sampai tiga kali. Dan di akhir kalimat, dr Gia Pratama menambahkan, “Jangan pernah bosen.”

Nah, harusnya cuci tangan yang berulang-ulang ini dilakukan di luar rumah. Asumsi saya, penularan virus Corona lebih rentan terjadi di luar rumah. Di mana kita bisa bertemu dengan banyak orang yang tidak kita ketahui riwayat kesehatannya dan dia habis pegang apa saja. Bisa jadi orang tersebut habis batuk, kemudian memegang handle pintu yang sama dengan kita. Sangat masuk akal jika kita harus banyak-banyak cuci tangan saat berada di luar rumah.

Namun, ketika berada di dalam rumah pun saya jadi paranoid. Jangan-jangan ada anggota keluarga saya yang baru saja keluar rumah dan memegang benda dari orang –orang yang membawa virus Corona. Makanya, setiap kali memegang benda-benda yang ada di rumah, saya merasa was-was. Lantas, saya “mewajibkan” diri untuk cuci tangan, cuci tangan, dan cuci tangan. Jangan pernah bosen!
Lama-kelamaan saya jadi mikir, “Bisa-bisa gue kena OCD, nih!”

Mengenal OCD

Penderita OCD bisa merasa cemas bila tidak melakukan suatu tindakan yang menjadi ritual mereka

OCD (Obsessive Compulsive Disorder) adalah gangguan mental yang menyebabkan penderitanya merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang. Bila tidak dilakukan, penderita OCD akan diliputi kecemasan atau ketakutan. Penderita OCD terkadang sudah menyadari bahwa pikiran dan tindakannya berlebihan, tetapi merasa harus melakukannya dan tidak dapat menghindarinya. Sebagai contoh, penderita OCD yang takut terkena penyakit, akan mencuci tangan secara berlebihan, atau terlalu sering membersihkan rumah.

Nah, cocok banget nih dengan yang saya alami. Waduh, tentu saja saya nggak ingin terkena OCD. Saya ingin hidup damai dan sejahtera. Jauh dari gangguan kecemasan yang membuat pikiran menjadi panik dan nggak nyaman. Karena itu, saya berusaha mengatasi gangguan kecemasan akibat takut tertular virus Corona ini.

Berikutnya: Cara Mengatasi OCD

rumahmedia/nuralfiy

Sumber foto: pexels.com