Mengenal Materi Fiksi “Show Don’t Tell”

Mengenal Materi Fiksi “Show Don’t Tell”

Assalamu’alaikum teman-teman semuanya, mohon maaf hari ini saya sedang ikut challenge menulis dan saya izin tag secara random untuk memenuhi syarat challenge ini.

Boleh cerita sedikit ya, saya menemukan channel belajar menulis gratis di https://www.youtube.com/channel/UCnFVZAeu4LtjTEOgU9KuXFA.

Pertama saya buka yang muncul teori tentang mengenal show dont tell. Pas banget saya sedang belajar menulis fiksi, jadi deh saya mantengin penjelasan Pak Deejay.

Ini sedikit sedikit coretan saya saat menyimak penjelasan beliau. Sengaja saya tuliskan kembali agar semakin nempel dan bisa diaplikasikan perlahan. By the way, mendengar pemaparan Pak Deejay jadi inget pelajaran bahasa Indonesia, hehehe, terutama bab majas.

Ternyata pelajaran waktu sekolah dulu bisa diaplikasikan saat menulis sebuah cerita agar lebih enak dibaca. Jadi, adek-adek yang masih di SMP dan SMA semangat ya belajar bahasa Indonesianya. Percaya deh, ilmu itu sekecil apa pun yang kamu terima pasti akan bermanfaat di suatu hari nanti.

Berbicara tulisan fiksi, memang akan terasa sekali bedanya saat dituliskan hanya dengan “tell” atau dijabarkan dengan “show”. Apaan sih saw sow, tal tel dari tadi. Gini lho friends maksudnya, sebagaimana makna aslinya dalam bahasa Inggris, show artinya menunjukkan, sedangkan tell itu memaparkan.

Efek negatifnya telling adalah pembaca akan mudah merasa bosan, tidak tertarik membaca, bahkan malas melanjutkan tulisan kita. Sementara dalam showing  kita turut melibatkan pembaca dengan menunjukkan secara luwes sehingga pembaca dapat ikut membayangkan/merasakan apa yang dialami tokoh dalam cerita kita. Jika sudah begitu, akan muncul ketertarikan untuk terus membaca.

Ada 5 tips bagaimana memaparkan sesuatu dengan ” show “. Pertama, gambarkan secara terperinci. Kedua, rangsang semua panca indera. Ketiga, dorong emosi pembaca melalui penggambaran karakter. keempat, gunakan dialog yang ekspresif untuk menunjukkan emosi dan sifat tokoh. Terakhir, hindari keterangan keterangan.  Mau tahu penjelasan detailnya, ayo serbu chanelnya bareng-bareng.

Eits, jangan ragu-ragu gitu dong, langsung saja klik https://youtu.be/3ZmoK1p-Fac. Dijamin pengetahuan kamu akan bertambah.

Iya, iya, saya bocorin dikit ya, contoh perbedaan tell dan show.

Contoh tell: Ibu lapar.
Contoh show: Perut ibu keroncongan. Terdengar riuh para cacing yang sedang demo dari perut ibu. Pantas saja, sejak pagi belum ada makanan yang masuk ke perut ibu.

Mau contoh lain nggak?
Oke, satu lagi ya!
Contoh tell: Andre lelah.
Contoh show: Andre sudah tidak sanggup mengangkat badannya dari bantal, ibarat kapas terkena hujan.

Untuk show akan terasa lebih saat kita menggunakan majas, jadi semangat mempelajari majas kembali. Etapi kalau kata Pak Deejay, jangan berlebihan biar tidak terkesan lebay. Tetap bijak dalam menggunakan show dan tell. Jangan berlebihan dalam showing agar tidak bertele-tele, tapi jangan juga berlebihan dalam telling karena kita bukan reporter yang sedang  membacakan berita.

Selamat belajar dan mencoba, karena manfaat ilmu akan terasa saat dipraktekan bukan hanya sekedar dalam tulisan.

_Wina Elfayyadh_