MENGATASI KECEMASAN & KETAKUTAN

Kecemasan dan rasa takut adalah hal yang baik. Pada dasarnya, dua rasa tersebut adalah sinyal alami yang dikirim otak, agar kita waspada terhadap suatu situasi yang sedang atau akan kita jalani.

Maka sebagai manusia normal, wajar merasa cemas dan takut pada sesuatu. Setiap orang sehebat apapun pasti mempunyai perasaan ini.

Saat kita dihadapkan pada situasi yang berbahaya atau belum pernah kita alami sebelumnya, otak akan mengirim sinyal perlindungan diri, dengan munculnya kecemasan dan ketakutan.

Bentuk kecemasan dan rasa takut bisa bermacam-macam. Mulai dari gelisah, gugup, jantung berdebar-debar, perut sakit, mual, keringat dingin, rasa sedih hingga menangis, bisa juga sikap marah dan defensif.

Secara naluriah, manusia pasti akan menghindari apa yang dicemaskan atau ditakutinya. Ini adalah cara termudah mengatasinya. Namun sebetulnya saat kita menghindari sebab kecemasan atau rasa takut, kita tidak sedang mengatasinya, hanya lari darinya.

Maka sampai kapanpun kecemasan dan rasa takut itu tidak akan pernah berakhir. Akan datang kembali setiap kali kita menghadapi situasi yang sama, atau situasi baru yang tidak kita ketahui.

Satu cara mengatasi rasa takut yang efektif adalah dengan mencari tau apa penyebabnya dan mencari solusinya. Mengapa? Sebab benang merah dari munculnya situasi mencemaskan atau menakutkan adalah kita kurang pengetahuan terhadap hal yang akan kita hadapi tersebut.

Dengan mencari ilmu dan mencoba melakukan atau menghadapi situasi yang kita takutkan, kita menjadi tau dan bisa lebih antisipatif atau bersiap terhadap kemungkinan bahaya yang ada.

Kemampuan inilah yang dapat mengubah rasa cemas dan takut menjadi percaya diri dan berani. Mengerti tentang masalah yang ditakutkan dan pengetahuan yang cukup untuk menjawab masalah tersebut.

Misalnya, jika anda takut parkir di tempat sempit, maka belajar pengetahuan untuk mengarahkan mobil dengan sudut yang tepat lalu praktekkan pelan-pelan, sampai terbiasa.

Atau jika anda takut bicara di depan umum, maka belajar pengetahuan untuk memperbaiki fokus saat tampil, baik secara pikiran, olah nafas maupun visual lalu praktekkan sedikit demi sedikit di depan orang yang anda kenal sampai merasa lebih percaya diri.

Contoh-contoh di atas adalah kisah nyata kecemasan saya dengan mobil dan kecemasan anak saya menghadapi persiapan lomba.

Betapapun tidak enaknya, rasa cemas dan takut tetap berguna. Namun kita mesti belajar mengatasinya sebab kecemasan dan rasa takut berlebihan hanya akan mengganggu kesehatan.

Jika rasa cemas dan takut telah muncul berlebihan atau menyebabkan emosi yang naik turun, datang dan hilang (sulit dikendalikan), sebaiknya tidak anda remehkan. Luangkan waktu khusus untuk mempelajari ilmunya dan segera praktek cara mengatasinya.

Semoga bermanfaat.

Renny Artanti
STIFIn Family & Business Trainer
Co Founder of Xcellence International

One comment