Mengapa Ada Emas Di Monas?

Mengapa Ada Emas Di Monas?

“Apa itu, Bunda?” tanya Arfan ketika pertama kali diajak jalan-jalan melihat Monas.


“Yang mana, Sayang?” tanya bunda.


“Itu …, yang seperti lilin,” sahut Arfan sembari menunjuk ke arah atas Monas.


“Oh, itu lidah api,” jawab bunda.


Arfan dan bunda lalu memasuki pintu Monas. Di lantai dasar mereka melihat koleksi diorama. Ada enam sisi diorama di sana.


Pada diorama sisi satu, mereka disuguhi dengan diorama manusia purba hingga saat-saat terbentuknya kerajaan di Indonesia. Setiap diorama saling tersambung menjadi sebuah cerita yang nantinya akan memperlihatkan bagaimana bangsa Indonesia terjadi.


Tidak hanya itu, diorama sisi satu juga menceritakan beberapa momen penting yang pernah terjadi di Indonesia. Salah satunya adalah diorama Sumpah Palapa.

Sumber gambar: wikipedia


Arfan berlari menuju diorama sisi dua. Pada diorama sisi dua yang masih menggambarkan cerita saat kerajaan di Indonesia masih jaya. Akan tetapi, diorama ini lebih fokus pada beberapa perang kerajaan yang pernah terjadi.


Setelah melihat diorama kedua, Arfan mengajak bunda melihat diorama sisi tiga. Penggambaran tentang Indonesia sudah berbeda dan lebih bercerita mengenai masyarakat Indonesia di zaman penjajahan Belanda dan Jepang.


Seolah tiada lelah, Arfan kembali mengajak bundanya untuk melihat diorama sisi empat, lima, dan enam.
Pada diorama sisi empat, terdapat beberapa cerita bagaimana masyarakat Indonesia mempertahankan kemerdekaannya, hingga akhirnya Indonesia bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


Diorama sisi lima menceritakan bagaimana Indonesia berpartisipasi dalam kegiatan internasional Gerakan Non-Blok. Sementara itu, Diorama Sisi 6 menceritakan soal uji penerbangan pesawat.


Setelah lelah berkeliling di lantai dasar, Arfan dan bunda melihat-lihat arsitektur bangunan.


“Bunda, siapa yang membuat Monas?” tiba-tiba Arfan bertanya.


Teman-teman, apa kalian juga mau tahu tentang sejarah Monas, seperti Arfan?


Yuk kita baca penjelasan berikut!


Monumen Nasional yang biasa disebut Monas merupakan sebuah tugu peringatan kegigihan rakyat Indonesia melawan kolonialisme Hindia Belanda.


Frederich Silaban dan R.M. Soedarsono menjadi arsitek pembangunan monumen ini. Tugu setinggi 132 meter akhirnya diselesaikan tepat pada tanggal 12 Juli 1975 yang kemudian segera diresmikan Presiden pada hari itu juga.


Bagian-bagian Monas terdiri dari Pintu Gerbang Utama, Ruang Museum Sejarah, Ruang Kemerdekaan, Pelataran Cawan, Api Kemerdekaan, Badan Tugu dan Puncak Tugu. Bagian atas tugu Monas disebut memiliki emas lapisan seberat 35 kg. Akan tetapi untuk menyambut perayaan 50 tahun kemerdekaan Indonesia pada tahun 1995, lembaran emas ini dilapis ulang sehingga mencapai berat 50 kilogram lembaran emas.


Monas adalah salah satu proyek mercusuar paling prestise. Ia dibangun tepat di jantung Ibukota. Emas murni – lambang kemuliaan dan prestise – melapisi puncaknya.


Emas di puncak Monas berbobot lebih dari 30 kilogram. Sekitar 28 kilogram di antaranya, disebut hasil sumbangan dari seorang pengusaha bernama Teuku Markam asal Aceh.

Nah, teman-teman sekian dulu untuk hari ini. Kita ketemu lagi di episode selanjutnya

Sumber:

Mantalean, Vitorio. 2019. Ironi Emas di Monas: Sumbangan, Ambisi Soekarno, dan Pemborosan. https://amp.kompas.com/megapolitan/read/2019/12/05/06060001/ironi-emas-di-monas-sumbangan-ambisi-soekarno-dan-pemborosan. Diakses 10 Mei 2020

Ramadhian, Nabilla. 2020. Belum Pernah Masuk ke Dalam Tugu Monas? Ini Isinya. https://amp.kompas.com/travel/read/2020/02/02/154100727/belum-pernah-masuk-ke-dalam-tugu-monas-ini-isinya. Diakses 10 Mei 2020

Yasmin, Puti. 2020. Sejarah Berdirinya Monas Serta Bagian-bagiannya. https://m.detik.com/news/berita/d-4886637/sejarah-berdirinya-monas-serta-bagian-bagiannya. Diakses 10 Mei 2020

Nubar-Nulis Bareng/Asri Susila Ningrum