MENERTAWAKAN KEBODOHAN-KU

Bohong mu kini sudah menjadi hal yang biasa
Tipu dayamu tertutup rapat begitu saja
Entah itu bodohnya aku, atau tentang mulut manis mu
Ah… Janji manis mu yang semua semu

Sakit…
Tidak, hanya saja terasa sesak
Kecewa? Pasti..
Tapi apalah daya.

Sudah ku biarkan saja, lelah sudah
Runtuh sudah semua harap dan angan

Aku cuma Manusia
Yang mampu bertahan hidup karena ber’paru-paru
Bukan karena berpura-pura

Dan kini aku terhenti di satu sisi
Karena harapanku bertemu kecewa
..
Berkali-kali…

Nubarnulisbareng/Dini Maysayu