Mendadak Cinta

“Kamu cantik.” Puji Sam kepada perempuan dihadapannya. Riana, ya Riana namanya perempun dengan wajah cantik, tubuh tinggi semampai. Dia hanya tersenyum malu mendengar pujian Sam.

Hati Riana bingung sebenarnya, kenapa tiba-tiba ingin sekali memenuhi ajakan Sam untuk ngobrol berdua malam itu di teras rumahnya. Lelaki yang sama sekali belum pernah dia temui, kenal pun tidak.

Setengah jam yang lalu, diruang makan.

“Ri, ada temanku yang nanyain kamu.” Bisik Dena sambil menuangkan air putih ke dalam gelas. Dena sepupu Riana yang tinggal serumah dengannya.

“Ketemu aku? Kok bisa? Emangnya dia tau aku darimana?” Cerocos Riana heran.

“Iya, tadi kamu ketawa keras banget. Sampe kedengaran tuh ke ruang tamu.” Tutur Dena

“Ada teman kamu? Di ruang tamu?” Tanya riana masih penasaran.

“Iya.” Tegas Dena. “kamu aja ya yang kasih air ke depan.” Dena kembali menemui Sam.

Ayah dan ibunya Riana yang sama-sama akan makan malam menyetujui perkataan Dena.

“Idiih, gimana sih aku kan mau makan.” Riana sedikit teriak melihat Dena sudah beranjak ruang tamu. “Huuuh dasar Dena.” Bibir Riana maju beberapa senti. Akhirnya dia membawakan gelas itu untuk Sam, teman Dena.

Deg. Ada perasaan aneh yang tiba-tiba menyelinap masuk kedalam hatinya saat melihat wajah Sam.

“Silahkan diminum.” Tawar Riana kepada Sam.

Sam tersenyum. “Kamu mau kan ngobrol sebentar saja sama aku?” Tiba-tiba seperti sudah mengenal Riana.

“Emmm…sebentar ya, aku…” hatinya bergetar.

“Ya sudah, itu juga kalau bisa, kalau tidak yaa tidak apa-apa.” Sambung Sam dengan tenang.

“Hah? Emh…” Riana terlihat bingung. “Aku mau kok, tapi….”

“Cuma sebentar kok, gak apa-apa kan?” Sam kembali membujuk Riana.

“Ya sudah, tapi didepan rumah saja ya, soalnya kalau jalan keluar saya tidak mau. Sebentar saya membereskan dulu makanan” Riana menyetujui ajakan Sam.

“Sip. Aku tunggu.”

Aah aku sendiri pun tak tau siapa sebenarnya Sam itu. Tapi sepertinya Riana memang benar-benar tak bisa menolaknya. Padahal gadis itu bukan tipe wanita yang mudah tergoda hatinya oleh lelaki. Apalagi berani diajak ngobrol berduaan di suatu tempat. Bukan, Riana tak seperti itu.

Nubarnulisbareng/Titin Siti Patimah