MENCARI KEPASTIAN & KENYAMANAN

Setiap manusia memiliki enam kebutuhan dasar yang terus menerus membutuhkan pemenuhan sepanjang hidupnya.

Enam kebutuhan tersebut ibarat enam rongga perut yang menuntut untuk terus diisi ketika ‘lapar’. Suka atau tidak, jujur atau tidak, setiap orang pasti berusaha memenuhinya.

Kebutuhan dasar pertama adalah kepastian dan kenyamanan. Kedua hal ini merupakan satu kesatuan kebutuhan dasar terbesar dari manusia. Setiap orang ingin mendapatkan kepastian dan kenyamanan dalam banyak cara setiap hari.

Banyak cara mendapatkan kepastian. Karyawan bekerja untuk mendapatkan gaji. Orang berolahraga dan makan makanan bergizi supaya sehat. Kita menjalankan perintah Tuhan supaya masuk surga. Kita makan supaya kenyang, memakai baju untuk berlindung dari panas dan hujan.

Banyak cara mendapatkan kenyamanan. Membeli smartphone, memasang AC di kamar, membeli mobil mewah, tinggal di rumah bagus, pergi ke salon, pijat dan masih banyak lagi.

Contoh di atas adalah kegiatan mencari kepastian dan kenyamanan dengan positif. Namun ada kalanya seseorang memenuhi kebutuhan kepastian dan kenyamanannya secara negatif.

Misal saja seorang ibu yang marah-marah untuk memastikan anaknya patuh, guru galak terhadap murid, atasan kepada anak buah, suami kepada istri atau sebaliknya. Melakukan kejahatan seperti mencuri, korupsi dan lainnya.

Sedangkan contoh pemenuhan kenyamanan secara negatif antara lain merokok, mabuk, memakai narkoba, mengikuti lingkungan pergaulan negatif hingga berselingkuh.

Yang penting untuk diingat, kita akan betah bersama seseorang, sekumpulan atau suatu kegiatan yang dapat memenuhi banyak kebutuhan dasar kita. Begitu juga sebaliknya. Orang akan senang bersama kita jika kita memenuhi banyak kebutuhan dasarnya. Contohnya saat kita melakukan hobi kita.

Hal ini berlaku berlawanan. Jika bersama seseorang atau sesuatu yang sangat sedikit memenuhi kebutuhan dasar kita, pasti kita cenderung berkeinginan menjauh untuk mencari pemenuhan kebutuhan tersebut.

Misal, Jika berbulan-bulan orang bekerja di suatu perusahaan tanpa kejelasan dan gaji, maka orang tersebut akan berusaha mencari pekerjaan baru dan meninggalkan perusahaannya.

jika seorang istri tidak mendapat nafkah dari suami, sulit meminta sang istri terus bertahan hidup bersama suaminya karena tidak memberikan kepastian hidup.

Contoh lain istri yang selalu marah dan cerewet pada suami untuk memastikan suaminya selalu mengikuti sesuai kemauannya membuat sang suami tidak betah di rumah.

Anak yang selalu dimarahi orang tua dan disalahkan akan mencari kenyamanan pada hal lain seperti gadget dan games. Lebih buruk lagi jika sampai menggunakan narkoba.

Setiap orang bisa mencari kepastian dan kenyamanannya ke sumber yang positif, bisa juga ke sumber yang negatif. Ini yang perlu diwaspadai.

Pertanyaan yang perlu kita sampaikan pada diri sendiri sebagai perenungan, sudahkah kita memenuhi kebutuhan kepastian dan kenyamanan orang-orang di sekeliling kita?

Atau jangan-jangan, sebagian dari sikap menyebalkan mereka disebabkan oleh kita yang tidak memenuhi kebutuhan kepastian dan kenyamanan mereka?

Bagaimana juga dengan lima kebutuhan dasar manusia yang lainnya?

Renny Artanti
STIFIn Family & Business Trainer
Co Founder of Xcellence International