Memaknai Social Distancing Bagian-1

Memaknai Social Distancing Bagian-1

Hari ini memasuki pekan kedua beraktivitas di rumah aja, atau bahasa ngetrendnya social distancing. Social distancing digaungkan oleh pemerintah sebagai upaya pemutusan mata rantai penyebaran virus corona. Sebagaimana kita ketahui, virus ini begitu mengerikan bagi kita. Bagaimana tidak, jutaan orang telah meninggal di berbagai belahan dunia.
Virus ini pertama kali muncul di negara Cina, tepatnya di Wuhan. Virus ini bernama virus korona. Virus ini sangat menggemparkan dunia.
Dari beberapa video yang beredar, terlihat beberapa orang jatuh meninggal ketika sedang berjalan atau sedang beraktivitas. Penyebaran virus ini juga begitu cepat, sehingga dalam waktu yang singkat korban dari virus ini sudah ribuan orang. keadaan ini membuat rumah sakit di kota Wuhan tidak bisa menampung pasien lagi. Masyarakat yang tidak merasakan gejala apa-apapun memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Gejala dari penyakit korona ini adalah batuk, pilek, demam, dan mengalami pnemonia akut.
Rumah sakit begitu ramai, sampai tenaga medis disana banyak yang mengalami depresi menghadapi situasi ini. Pemerintah Cina, dengan sigap membangun rumah sakit baru untuk menampung pasien korona dan mendatangkaan tenaga medis dari luar kota Wuhan. Akses masuk dan keluar kota Wuhan ditutup. Pemerintah melakukan lockdown dan kota Wuhan menjadi layaknya kota mati.
Kehebohan di Wuhan, Cina tak ayal membuat seantero dunia bersiaga. Setiap negara yang memiliki warganegara di Wuhan berupaya melakukan evakuasi, tak luput Indonesia. Warganegara Indonesia yang dievakuasi dari Wuhan terlebih dahulu dikarantina di Pulau Natuna, sebelum diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Karantina ini dilakukan mengingat masa inkubasi virus ini selama empat belas hari.
Situasi kehebohan di Wuhan terjadi pada bulan Januari. Kini, kabarnya sudah tidak ada lagi penambahan korban. Wuhan sudah mulai kondusif, namun berbagai negara sudah mulai melaporkan adanya korban positif korona. Indonesia masih tenang, masih dalam posisi berhati-hati. Akses keluar masuk negara ini masih berjalan dan ternyata akhirnya virus inipun bertandang ke Indonesia.
Hari itu, Presiden Indonesia mengumumkan ada dua warganegara yang positif korona. Banyak fakta serta opini yang seakan kejar tayang muncul di beranda facebook tentang virus ini mengikuti kepanikan masyarakat. Setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik informasi tentang virus ini terupdate. Informasi tentang virus korona mulai dari profil virus, masa inkubasi, langkah pencegahan, sampai cara pengobatan. Pencegahan merupakan hal yang mulai banyak dilakukan masyarakat .
Langkah-langkh yang dilakukan dalam pencegahan virus ini dapat dilakukan dengan beberapa hal, antara lain:
Mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir
Menggunakan masker saat bepergian
Menghindari memegang wajah ketika belum mencuci tangan, apalagi setelah memegang benda-benda yang berada di tempat umum
Dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Dari beberapa langkah pencegahan tersebut, ada beberapa hal yang digarisbawahi oleh masyarakat. Penggunaan masker ,masker menjadi barang yang langka karena banyak yang memborong, menimbun dan menjul dengan harga yang melambung tinggi. Selain itu, mencuci tangan. Hal ini juga membuat masyarakat memborong hand sanitizer , karena mencuci tangan diluar rumah akan sangat mudah jika dengan hand sanitizer. Sama halnya dengan masker, barang satu inipun menjadi barang langka dan mahal.
Dampak dari hal ini, banyak masyarakat yang mencari dan menggunakan masker kain, walaupun kita tahu daya penangkal terhadap penyebaran virus tidak sama dengan masker semsestinya. Pembuatan hand sanitizer pun mulai marak di media sosial.
Tak hanya itu,muncul lagi banyak artikel bahwa rimpang-rimpangan mampu meningkatkan imun tubuh. Orang Indonesia yang juga senang mengkonsumsi jamu akhirnya memburu rimpang, dan alhasil harga rimpang di pasaranpun ikut melambung tinggi.Bersambung

*rumahmediagrup/Chomsiatin*