MEMAAFKAN

Bermaaf-maafan adalah tradisi yang sangat baik di saat Idul Fitri tiba. Saya sejak dulu antusias menyambutnya. Termasuk sibuk mengirim ucapan kepada orang tua, pasangan, saudara, sahabat bahkan teman-teman yang jarang berbincang-bincang.

Tapi sekarang saya merasa tidak seantusias dulu. Jangan salah paham ya. Bukannya saya ga suka bermaaf-maafan saat hari raya.

Namun rasanya tak perlu menunggu lebaran untuk serius bermaaf-maafan. Sambil berlomba kirim foto, heheā€¦

Apalagi kalau sampai ungkapan maafnya hanya sebagai kontribusi dari sebuah ritual dengan kalimat :

“Mohon maaf kalau ada salah”

Sudah pasti bergaul itu ada salah, sengaja atau tidak! Minta maaf saja dengan rendah hati tak perlu syarat ‘kalau’. Sebab minta maaf tidak menunjukkan ‘kerendahan’ namun justru ‘kemuliaan’ .

Maaf adalah tindakan yang besar. Saat meminta maaf kita menunjukkan penyesalan. Saat memberi maaf kita menunjukkan pengampunan.

Tapi sebenarnya ketika memaafkan dengan sungguh-sungguh, disitulah kita belajar melepaskan rasa sakit dalam diri. Memaafkan diri sendiri sekaligus orang lain atas hal buruk yang pernah terjadi. Kita sendiri yang paling besar menerima manfaat dari memaafkan.

Sangat tidak mudah. Butuh kebesaran hati dan penerimaan dengan ikhlas untuk bisa melakukannya. Mengikhlaskan kejadian di masa lalu. Namun jika berhasil melakukannya, rasanya luar biasa lega. Anda yang pernah mengalami pasti tau bagaimana rasanya.

Ucapan maaf memang baik, namun yang lebih penting adalah kesungguhan hati dalam memaafkan.

Mampukah kita dengan penuh kasih mendoakan sungguh-sungguh orang yang pernah menyakiti kita agar mereka hidup bahagia dan dimaafkan?

Bersediakah kita menolong mereka yang pernah menyakiti kita dan membalasnya saat ini dengan kebaikan?

Saya merasa ini adalah inti dari ‘maaf’ yang sejati. Sebuah pencapaian tentang kasih dan kebesaran hati. Lebih dari kata maaf dan segala ritualnya. Kemuliaan dari hati anak manusia.

Maafkan buat kata-kata saya yang menyinggung dalam tulisan-tulisan saya. Selamat hari raya Idul Fitri.

Renny Artanti
STIFIn Family & Business Trainer
Co Founder of Xcellence International Training