“Me Time”

Untuk para perempuan yang memiliki karier yang luar biasa harus pandai melihat kesempatan dan celah untuk bisa menghibur diri sendiri, dalam berkarier kita membutuhkan stamina dan kerja hati yang baik, berdamai dengan keadaan  sangat diperlukan, sebagai sang ekonom keluarga, manager keren, cheef rumah yang handal, konsultan pribadi, ahli kesehatan dan sekaligus ahli gizi, belum lagi sebagai madrasatul ulanya  anak-anak.  Ya itulah kita…  “ibu rumah tangga” perempuan hebat yang Allah ciptakan.

Kadang karena padatnya pekerjaan yang harus kita lakoni, sehingga kita lupa untuk memanjakan diri sendiri, dan ini berdampak pada diri juga kepribadian kita. Mudah sensi, punya fikiran buruk, gampang emosi, dan kesemuanya berdampak pada kesehatan tubuh kita. Kita perlu waktu untuk memanjakan fikiran, fisik dan hati kita. Kita sendiri yang dapat mengukurnya kapan kita butuhkan itu.

Tidak harus “Me Time” di lakukan di luar rumah, kumpul dengan teman-teman, jalan-jalan dengan teman-teman, meninggalkan anak di rumah dengan suami ” biar mas rasain gimana ibu sehari-hari dirumah” ya jangan juga  dengan di serta seperti ingin balas dendam dengan suami.

Pandai-pandai kita dalam menyikapi waktu saat “Me Time”  ga harus sampai seharian, bagi saya,  Kadang hanya perlu waktu 1-2 jam saja sudah cukup buat saya, jika memang perlu semua kita yang tentukan. Yang penting kita bisa membahagiakan diri, kita yang tau sebatas mana kadar kita bahagia. Syukur-syukur suami kita bisa memberikannya, silahkan seharian penuh. Tapi ini pun kadang kita tidak sampai hati untuk meninggalkan buah hati kita terlalu lama dengan ayahnya.

Seperti hari ini, pagi hari tadi, ketika anak-anak olah raga pagi, suami sibuk dengan tanamannya, saya perkirakan mereka akan kembali masuk rumah satu sampai satu setengah jam. Maka saya gunakan untuk “Me Time”, sebelum suami ke samping rumah saya tanya dulu ” ayah mau kesebelah ya…, lama ga” ” iya, kenapa memang” sahut suamiku, “cariin lagu dulu dong di youtube” pinta saya. ” oh …. Apa?  kahitna ya?… ” tanya suamiku. Karena dia tau banget  kalau istrinya ngefans banget sama yang namanya band Katihna, sudah beberapa kali ingin menonton konsernya terpatahkan tidak jadi nonton, karena selalu ada fikiran “nanti kalau saat nonton konser di jemput malaikat maut gimana” haha…

“Bukan…,  Nicky Astria aja yang konser terakhirnya ya…” sahutku memberitahukan ” oke” jawab suamiku. Saatnya “Me Time” eng ing eng…. Aku tutup pintu rumah, aku keraskan sedikit suaranya, pagi ini aku tenggelam sejenak kembali melakukan apa yang kadang dilakukan  saat gadis dulu menyetel lagu Nicky Astria, sambil mengikuti nyanyiannya dan  berjoget. Ya itu sangat menghibur sekali, sejenak menghibur dan memanjakan hati. 

Atau kadang ketika suami dan anak-anak tidak bisa ikut menemaniku untuk menengok ibuku, aku gunakan untuk “Me Time”, sepanjang perjalananku dengan transportasi kereta aku akan amati apa yang bisa aku jadikan tulisan, nanti aku akan berlama-lama di stasiun kereta untuk menulis sambil melihat kadang ada saja kejadian yang berkesan bila tidak di kereta ya angkutan umumnya, setelah selesai baru aku pulang, bahkan kalau lapar dan haus aku akan jajan, apa yang aku inginkan saat itu. Ini “Me Time” ku.

Tiap kita pasti berbeda cara dalam melakukan “Me Time” intinya, untuk memanjakan diri sendiri, memiliki waktu untuk diri sendiri tidak harus dkeluar rumah, apalagi di masa pandemi ini, kadang ada juga yang dengan cara sederhana bisa membuat kita memiliki waktu untuk diri kita sendiri. Kita harus tau kapan kita perlu dicharge untuk kembali melakukan aktifitas rutin kita, dengan energi yang baru dan dengan rasa bahagia. Selamat “Me Time” para ibu bahagia. Jangan lupa untuk terus bahagia. Agar anak dan suamipun bahagia.

Nubarnulisbareng/Nurfahmi

Sumber Gambar : Cuplik dari Google